Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lonjakan Mudik Naik, Layanan Ferry Tetap Terkendali

Kompas.com, 31 Maret 2026, 12:59 WIB
Aprillia Ika

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com — Lonjakan mobilitas masyarakat pada arus mudik dan balik Lebaran 2026 tetap mampu dikelola dengan baik, meski jumlah penumpang dan kendaraan mengalami peningkatan signifikan di berbagai lintasan penyeberangan nasional.

Momentum mudik tahun ini mencatat peningkatan intensitas pergerakan yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan pemulihan mobilitas masyarakat sekaligus tekanan pada sistem transportasi nasional.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo menegaskan, kesiapan operasional menjadi faktor kunci dalam menjaga kelancaran layanan.

“Capaian kelancaran layanan serta distribusi trafik yang semakin merata, bahkan pada puncak arus, merupakan hasil dari kesiapan operasional yang telah dirancang secara komprehensif jauh sebelum periode Angkutan Lebaran dimulai,” ujar Heru, melalui keterangan pers, Selasa (31/3/2026).

“Optimalisasi armada yang didukung penguatan digitalisasi layanan menjadi kunci utama dalam menjaga kinerja penyeberangan tetap andal,” tambahnya.

Baca juga: Arus Balik Lebaran 2026: ASDP Percepat Layanan Ketapang-Gilimanuk

Data Kementerian Perhubungan menunjukkan, moda penyeberangan melayani 5,52 juta penumpang atau naik 15,32 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, pada 15 lintasan pantauan nasional, total penumpang sejak H-8 hingga H+8 mencapai 4.722.213 orang atau naik 6,6 persen dari 4.430.006 orang tahun lalu.

Adapun total kendaraan tercatat 1.215.273 unit atau meningkat 8 persen dibandingkan 1.125.178 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Lintasan utama seperti Merak–Bakauheni, Ketapang–Gilimanuk, hingga Padangbai–Lembar tetap menjadi simpul vital pergerakan nasional dengan mobilitas tinggi selama periode Lebaran.

Baca juga: ASDP: 79 Persen Pemudik Sumatera-Jawa Telah Kembali

Strategi Operasional dan Digitalisasi

Untuk menjaga kelancaran arus, berbagai langkah dilakukan, mulai dari pengaturan pola operasi kapal berbasis kebutuhan harian hingga penerapan skema Tiba–Bongkar–Berangkat saat terjadi kepadatan.

Selain itu, sistem buffer zone dan digitalisasi layanan melalui Ferizy turut membantu mengurai antrean serta mendistribusikan perjalanan secara lebih merata.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menjaga kelancaran arus mudik.

“Penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun ini merupakan kerja besar bersama, yang melibatkan koordinasi lintas sektor secara intensif,” kata Dudy.

Ia melanjutkan, “Kolaborasi ini menjadi kunci penting untuk memastikan masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dan arus balik dengan aman, selamat, dan lancar.”

Baca juga: Arus Balik Ketapang Memuncak, ASDP Layani 49.523 Penumpang

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau