BrandzView
Konten ini merupakan Kerjasama Kompas.com dengan Musim Mas

Musim Mas Salurkan Bantuan untuk Ribuan Keluarga Korban Banjir di Sumatera

Kompas.com, 3 Desember 2025, 07:34 WIB
Hotria Mariana,
Aditya Mulyawan

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Banjir besar yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 meninggalkan dampak serius bagi ribuan keluarga. Musim Mas Group merespons cepat situasi tersebut dengan menyalurkan bantuan kebutuhan pokok ke 13 titik lokasi terdampak di Deli Serdang, Kota Medan, serta Kota Padang pada Jumat (28/11/2025) hingga Minggu (30/11/2025).

Adapun bantuan yang disalurkan berupa beras, minyak goreng, telur, mi instan, roti kering, susu anak, dan air mineral. Paket sembako diserahkan langsung ke setiap kelurahan untuk memastikan keluarga terdampak mendapatkan kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat.

Musim Mas juga memperkuat operasional dapur umum yang disediakan pemerintah. Langkah ini memastikan masyarakat di lokasi pengungsian dapat terus memperoleh makanan setiap hari.

Corporate Affairs General Manager Musim Mas Yuandy turut memimpin distribusi bantuan di lapangan. Dia menyebut prioritas utama adalah memastikan bantuan tiba tepat waktu bagi warga yang benar-benar membutuhkan.

"Karena banyak akses lokasi yang terputus akibat tergenang banjir yang cukup tinggi, kami coba menyesuaikan rute dan mendistribusikan logistik dari beberapa titik untuk mempercepat pengiriman," ujar Yuandy dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (2/12/2025).

Dia menegaskan, bantuan tersebut merupakan wujud tanggung jawab dan komitmen sosial Musim Mas kepada masyarakat di sekitar area operasional perusahaan. Utamanya, di saat-saat sulit seperti kondisi bencana saat ini.

Musim Mas berkoordinasi erat dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, dan relawan setempat dalam penyaluran bantuan, agar setiap lokasi terdampak dapat terjangkau dengan cepat dan merata.  Dok. Musim Mas Musim Mas berkoordinasi erat dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, dan relawan setempat dalam penyaluran bantuan, agar setiap lokasi terdampak dapat terjangkau dengan cepat dan merata.

Dampak banjir yang meluas

Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera telah menelan banyak korban jiwa. Berdasarkan sejumlah pemberitaan Kompas.com, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Minggu (30/11/2025), sebanyak 442 warga meninggal dunia dan 402 orang masih dalam pencarian.

Di Sumatera Utara, sebanyak 13 kabupaten dan kota terdampak banjir serta longsor pada Senin (24/11/2025) hingga Kamis (27/11/2025). Tercatat 58 orang meninggal dunia, 42 orang hilang, dan ribuan warga harus mengungsi.

Sementara di Sumatera Barat, banjir melanda tujuh kabupaten dan kota. Sebanyak 23 orang meninggal dunia, 12 orang hilang, serta lebih dari 69.000 orang mengungsi akibat bencana yang terjadi pada Sabtu (22/11/2025) hingga Kamis (27/11/2025).

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan, curah hujan ekstrem menjadi penyebab utama bencana. Derasnya hujan pada Selasa (25/11/2025) hingga Kamis (27/11/2025), disebabkan kemunculan fenomena siklon tropis senyar di sekitar Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat.

Koordinasi dengan pemerintah daerah

Penyaluran bantuan Musim Mas dilakukan melalui koordinasi erat dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, dan relawan setempat. Tujuannya, agar setiap lokasi terdampak dapat terjangkau dengan cepat dan merata.

Kepala Desa Tanjung Baru, Deli Serdang, Khairi Azman Ginting menyampaikan apresiasinya kepada Musim Mas. Dia berterima kasih atas partisipasi perusahaan dalam membantu masyarakat yang terdampak banjir.

"Bantuan ini sangat bermanfaat untuk warga kami. Semoga ke depannya, Musim Mas tetap dapat menjalin hubungan yang baik lagi dengan masyarakat sekitar," kata Khairi.

Musim Mas juga terus memantau kondisi di lapangan. Perusahaan siap menambah dukungan bersama pemerintah daerah apabila situasi memerlukan tahap penanganan lanjutan.

Yuandy menambahkan, dalam kondisi darurat banjir, perusahaan juga memberikan bantuan kepada lebih dari 1.000 pekerja Musim Mas yang terdampak. Dalam masa sulit ini, perusahaan saling menguatkan, baik untuk karyawan maupun warga sekitar.

Bantuan darurat tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial Musim Mas. Program tersebut berlandaskan lima pilar yang meliputi pendidikan, iklim dan lingkungan, kesehatan, seni budaya dan olahraga, serta pengembangan masyarakat.

Melalui respons cepat dalam situasi bencana, Musim Mas menunjukkan komitmen berkelanjutan terhadap kesejahteraan masyarakat di sekitar area operasionalnya. Perusahaan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan efektif membantu proses pemulihan pascabencana.


Terkini Lainnya
Tak Hanya Jumat WFH, Pemerintah Pangkas Perjalanan Dinas
Tak Hanya Jumat WFH, Pemerintah Pangkas Perjalanan Dinas
Nasional
Hakim: Eks Sekretaris MA Nurhadi Berkepentingan Atas Gratifikasi via Menantu
Hakim: Eks Sekretaris MA Nurhadi Berkepentingan Atas Gratifikasi via Menantu
Nasional
Akibat Perang Iran, RI Berpotensi Kehilangan 60.572 Wisatawan dan Rp 2,04 T Devisa
Akibat Perang Iran, RI Berpotensi Kehilangan 60.572 Wisatawan dan Rp 2,04 T Devisa
Nasional
Amsal Sitepu Bebas, Anggota DPR: Ini Kemenangan bagi Keadilan
Amsal Sitepu Bebas, Anggota DPR: Ini Kemenangan bagi Keadilan
Nasional
Aturan WFH Tiap Jumat untuk ASN Resmi Berlaku Mulai Hari Ini
Aturan WFH Tiap Jumat untuk ASN Resmi Berlaku Mulai Hari Ini
Nasional
Di Blue House, Prabowo Puji Kemajuan Industri dan Etos Kerja Masyarakat Korsel
Di Blue House, Prabowo Puji Kemajuan Industri dan Etos Kerja Masyarakat Korsel
Nasional
Menpan RB Minta WFH ASN Tak Ganggu Kualitas Pelayanan Publik
Menpan RB Minta WFH ASN Tak Ganggu Kualitas Pelayanan Publik
Nasional
Prabowo Raih The Grand Order of Mugunghwa, Sama dengan Ratu Elizabeth II hingga Macron
Prabowo Raih The Grand Order of Mugunghwa, Sama dengan Ratu Elizabeth II hingga Macron
Nasional
Pemerintah Diminta Evaluasi WFH Jumat bagi ASN Tiap 2 Pekan
Pemerintah Diminta Evaluasi WFH Jumat bagi ASN Tiap 2 Pekan
Nasional
Manufaktur Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Tekanan Global, PMI Bertahan di Zona Ekspansi 
Manufaktur Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Tekanan Global, PMI Bertahan di Zona Ekspansi 
Nasional
Prabowo Terima Penghargaan Tertinggi Korea Selatan, The Grand Order of Mugunghwa
Prabowo Terima Penghargaan Tertinggi Korea Selatan, The Grand Order of Mugunghwa
Nasional
Eks Sekretaris MA Nurhadi akan Banding Atas Vonis 5 Tahun Bui
Eks Sekretaris MA Nurhadi akan Banding Atas Vonis 5 Tahun Bui
Nasional
Menpar Ungkap Potensi Devisa Rp 2,04 Triliun Hilang akibat Perang Iran
Menpar Ungkap Potensi Devisa Rp 2,04 Triliun Hilang akibat Perang Iran
Nasional
Safari Dubes Iran di Tengah Konflik Kawasan: Dari JK-Megawati, Kini Jokowi
Safari Dubes Iran di Tengah Konflik Kawasan: Dari JK-Megawati, Kini Jokowi
Nasional
Anggota DPR Minta Usut Kematian Pemadam Karhutla di Riau, Soroti Standar Keselamatan
Anggota DPR Minta Usut Kematian Pemadam Karhutla di Riau, Soroti Standar Keselamatan
Nasional
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau