KOMPAS.com – Banjir besar yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 meninggalkan dampak serius bagi ribuan keluarga. Musim Mas Group merespons cepat situasi tersebut dengan menyalurkan bantuan kebutuhan pokok ke 13 titik lokasi terdampak di Deli Serdang, Kota Medan, serta Kota Padang pada Jumat (28/11/2025) hingga Minggu (30/11/2025).
Adapun bantuan yang disalurkan berupa beras, minyak goreng, telur, mi instan, roti kering, susu anak, dan air mineral. Paket sembako diserahkan langsung ke setiap kelurahan untuk memastikan keluarga terdampak mendapatkan kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat.
Musim Mas juga memperkuat operasional dapur umum yang disediakan pemerintah. Langkah ini memastikan masyarakat di lokasi pengungsian dapat terus memperoleh makanan setiap hari.
Corporate Affairs General Manager Musim Mas Yuandy turut memimpin distribusi bantuan di lapangan. Dia menyebut prioritas utama adalah memastikan bantuan tiba tepat waktu bagi warga yang benar-benar membutuhkan.
"Karena banyak akses lokasi yang terputus akibat tergenang banjir yang cukup tinggi, kami coba menyesuaikan rute dan mendistribusikan logistik dari beberapa titik untuk mempercepat pengiriman," ujar Yuandy dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (2/12/2025).
Dia menegaskan, bantuan tersebut merupakan wujud tanggung jawab dan komitmen sosial Musim Mas kepada masyarakat di sekitar area operasional perusahaan. Utamanya, di saat-saat sulit seperti kondisi bencana saat ini.
Musim Mas berkoordinasi erat dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, dan relawan setempat dalam penyaluran bantuan, agar setiap lokasi terdampak dapat terjangkau dengan cepat dan merata. Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera telah menelan banyak korban jiwa. Berdasarkan sejumlah pemberitaan Kompas.com, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Minggu (30/11/2025), sebanyak 442 warga meninggal dunia dan 402 orang masih dalam pencarian.
Di Sumatera Utara, sebanyak 13 kabupaten dan kota terdampak banjir serta longsor pada Senin (24/11/2025) hingga Kamis (27/11/2025). Tercatat 58 orang meninggal dunia, 42 orang hilang, dan ribuan warga harus mengungsi.
Sementara di Sumatera Barat, banjir melanda tujuh kabupaten dan kota. Sebanyak 23 orang meninggal dunia, 12 orang hilang, serta lebih dari 69.000 orang mengungsi akibat bencana yang terjadi pada Sabtu (22/11/2025) hingga Kamis (27/11/2025).
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan, curah hujan ekstrem menjadi penyebab utama bencana. Derasnya hujan pada Selasa (25/11/2025) hingga Kamis (27/11/2025), disebabkan kemunculan fenomena siklon tropis senyar di sekitar Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat.
Penyaluran bantuan Musim Mas dilakukan melalui koordinasi erat dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, dan relawan setempat. Tujuannya, agar setiap lokasi terdampak dapat terjangkau dengan cepat dan merata.
Kepala Desa Tanjung Baru, Deli Serdang, Khairi Azman Ginting menyampaikan apresiasinya kepada Musim Mas. Dia berterima kasih atas partisipasi perusahaan dalam membantu masyarakat yang terdampak banjir.
"Bantuan ini sangat bermanfaat untuk warga kami. Semoga ke depannya, Musim Mas tetap dapat menjalin hubungan yang baik lagi dengan masyarakat sekitar," kata Khairi.
Musim Mas juga terus memantau kondisi di lapangan. Perusahaan siap menambah dukungan bersama pemerintah daerah apabila situasi memerlukan tahap penanganan lanjutan.
Yuandy menambahkan, dalam kondisi darurat banjir, perusahaan juga memberikan bantuan kepada lebih dari 1.000 pekerja Musim Mas yang terdampak. Dalam masa sulit ini, perusahaan saling menguatkan, baik untuk karyawan maupun warga sekitar.
Bantuan darurat tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial Musim Mas. Program tersebut berlandaskan lima pilar yang meliputi pendidikan, iklim dan lingkungan, kesehatan, seni budaya dan olahraga, serta pengembangan masyarakat.
Melalui respons cepat dalam situasi bencana, Musim Mas menunjukkan komitmen berkelanjutan terhadap kesejahteraan masyarakat di sekitar area operasionalnya. Perusahaan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan efektif membantu proses pemulihan pascabencana.