Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menguji Efisiensi BBM Suzuki Baleno Hatchback

Kompas.com, 15 Agustus 2020, 12:22 WIB
Stanly Ravel,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Selain menjajal soal performa, redaksi juga melakukan riset ringan mengenai konsumsi bahan bakar Suzuki Baleno Hatchback facelift beberapa waktu lalu.

Mengambil rute dalam kota hingga menuju kawasan Cikarang, Jawa Barat, perjalanan pun dimulai dengan dua orang penumpang. Untuk mode berkendara sengaja dipilih bervariasi agar menyesuaikan kondisi normal harian, dari santai hingga agresif.

Pendingin udara atau air conditioner (AC) juga tetap dinyalakan dalam kondisi normal. Karena Suzuki sudah melengkapi Baleno Hatchback dengan Multi Information Display (MID), maka pengujian konsumsi bahan bakar akan berpatokan dari hasil akhir yang ditampilkan.

Sekadar informasi, MID pada Baleno Hatchback facelift bisa menampilkan informasi yang lumayan langkap. Mulai dari jarak tempuh, konsumsi bahan bakar, sampai jarak yang bisa ditempuh berdasarkan sisa bensin yang ada di dalam tangki.

Baca juga: Kabin Suzuki Baleno Hatchback yang Minim Sentuhan Baru

Suzuki Baleno Hatchback FaceliftKOMPAS.COM/STANLY RAVEL Suzuki Baleno Hatchback Facelift

Sebelum masuk ke dalam tol, redaksi mencoba mengajak Baleno berkeliling di ruas jalan yang lumayan ramai di Jakarta, layaknua kawasan Blok M, Fatmawati, sampai akhirnya masuk ke tol JOOR.

Begitu masuk ke Tol lingkar luar atau JORR, ternyata situasinya juga cukup padat jelang sore hari lantaran banyak truk barang yang mulai keluar. Kondisi tersebut membuat redaksi lebih sering berkendara agresif dengan menekan pedal gas lebih dalam untuk mendahului truk-truk tersebut.

Lagi-lagi hal ini menjadi pembuktian, meski mengusung mesin dengan kubikasi yang terkesan tanggung, yakni 1.400 cc, tapi urusan responsif di putaran bawah tidak mengecewakan. Begitu pedal gas sedikit ditekan, tenaga sudah langsung terasa yang membuat RPM langsung tinggi.

Baca juga: Tes Baleno Facelift, Hatchback Termurah dari Suzuki


Handling yang dimiliki Baleno Hatchback facelift juga tak mengecewakan. Bermanuver ringan pada kecepatan sedang dan menyalip beberapa kendaraan di ruas Tol Cikampek, Baleno terasa luwes, apalagi bantingan suspensinya pun tergolong nyaman.

Kurang lebih setelah menempuh perjalanan 128 km, rata-rata konsumsi bahan bakar pada MID menunjukkan angka 14,6 kpl. Setibanya di kawasan yang redaksi tuju, hasil akhir konsumsi bahan bakar yang kami dapat berada di angka 15,2 kpl dengan total jarak tempuh 148,4 km.

Baca juga: Impresi Agresif Suzuki Baleno Hatchback Facelift

Artinya, 1 liter bensin yang bisa membawa Baleno menempuh jarak hingga 15,2 km. Bila melihat dari sisi kebutuhan, jumlah tersebut masih dalam kategori yang cukup baik, bahkan mungkin tak menutup kemungkinan bisa lebih tinggi bila digunakan ke luar kota.

Hasil konsumsi bahan bakar Baleno Hatchback faceliftKOMPAS.COM/STANLY RAVEL Hasil konsumsi bahan bakar Baleno Hatchback facelift

Namun balik lagi, ada banyak hal yang mempengaruhi keiritan bahan bakar, mulai dari cara berkendara, kondisi lalu lintas termasuk jalan, jenis bahan bakar, muatan, kondisi mesin, sampai faktor eksternal lain seperti cuaca.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau