JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia semakin gencar mendorong penggunaan Kendaraan Listrik (EV) sebagai solusi utama untuk mengurangi emisi karbon dan meningkatkan efisiensi energi nasional.
Berbagai kebijakan pun telah dirancang untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di tengah masyarakat.
Insentif pajak dan subsidi pembelian kendaraan berbasis baterai menjadi salah satu daya tarik yang ditawarkan.
Infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) juga terus disiapkan seiring dengan masuknya pendatang baru dari jenama otomotif yang membawa produk kendaraan listrik mereka.
Saat ini, pabrikan asal China terlihat paling mendominasi pasar kendaraan listrik di Indonesia.
Baca juga: Masyarakat Jangan Dibebani Kenaikan Tarif Angkutan Umum
Astra Infra mempersiapkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di seluruh rest area sepanjang ruas Cipali dan Tangerang-Merak sebagai langkah mitigasi kemacetan di titik-titik lelah.
Terlebih, produk kendaraan listrik yang mereka tawarkan dibanderol dengan harga yang cukup bersahabat.
Citra mobil listrik yang semula dikenal sebagai kendaraan mewah dan mahal kini bergeser menjadi kendaraan yang terjangkau bagi semua kalangan masyarakat.
Baca juga: H+8 Lebaran, Volume Lalu Lintas ke Jakarta Masih Tinggi
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV) dari pabrik ke diler (wholesales) telah mencapai 103.931 unit sepanjang 2025.
Angka penjualan tersebut didominasi oleh mobil listrik buatan pabrikan asal China.
Pabrik mesin Toyota di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.Baca juga: Quartararo Patah Arang: Motor Yamaha V4 Belum Sesuai Ekspektasi
Kondisi ini turut membuat merek otomotif Jepang yang sudah lebih lama menguasai pasar Indonesia mulai tergeser.
Pasalnya, belum ada satu pun produk otomotif buatan Jepang yang secara serius memasarkan kendaraan listrik murni.
Dorongan masif terhadap penggunaan kendaraan listrik juga ditegaskan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam pidatonya di Forum Bisnis Indonesia-Jepang.
Toyota Yaris Cross G HybridBaca juga: Benarkah Mesin Turbo Bikin Mobil Lebih Hemat BBM?
Forum tersebut digelar di Imperial Hotel, Tokyo, pada Senin (30/3/2026).
“Kami ingin memperluas semua upaya di sektor ini, maka itulah kami akan bergerak secara besar-besaran ke kendaraan listrik dan sepeda motor listrik,” ujarnya, dikutip dari keterangan resmi Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, Senin (31/3/2026).
Prabowo menyebutkan bahwa saat ini terdapat 114 juta sepeda motor yang masih menggunakan bahan bakar bensin di Tanah Air.