Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tips Menghemat BBM pada Mobil Karburator

Kompas.com, 31 Maret 2026, 13:12 WIB
Erwin Setiawan,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

SOLO, KOMPAS.com - Menghemat konsumsi BBM pada mobil karburator membutuhkan perhatian pada teknik berkendara dan kondisi mesin. 

Sistem karburator cenderung lebih boros dibanding injeksi, sehingga perawatan dan kebiasaan berkendara sangat menentukan efisiensinya.

Hari, pemilik bengkel mobil Juna Speed Klaten mengatakan konsumen tidak bisa membuat mobil karbit lebih irit daripada umumnya.

Baca juga: Mobil Pakai BBM Basi? Ini Dampak dan Risikonya


“Fitur dan teknologi mobil karburator terbilang jauh lebih sederhana, sehingga efisiensinya tidak akan pernah sama dengan mobil-mobil modern,” ucap Hari kepada KOMPAS.com, Senin (30/3/2026).

Konsumen bisa memastikan karburator dalam kondisi optimal. Setelan campuran udara dan bahan bakar harus tepat agar pembakaran berlangsung sempurna. 

“Jika terlalu kaya bensin, konsumsi akan meningkat tanpa meningkatkan tenaga secara signifikan, disetel terlalu sedikit BBM atau kurus juga tak bisa, tenaga malah loyo,” ucap Hari.

Baca juga: Pengaruh Tekanan Ban Terhadap Konsumsi BBM Mobil

Kondisi antrian BBM di SPBU Belakang Kota depan Pelabuhan Slamet Riyadi Kota Ambon pada Senin sore (30/3/2026) berlanjut hingga malam hari di seluruh tempat pengisian minyak.Kompas.com/Priska Birahy Kondisi antrian BBM di SPBU Belakang Kota depan Pelabuhan Slamet Riyadi Kota Ambon pada Senin sore (30/3/2026) berlanjut hingga malam hari di seluruh tempat pengisian minyak.

Menurut Hari, mobil karburator hanya bisa disetel mendekati kondisi standarnya agar konsumsi BBM mendekati paling efisien atau sesuai bawaan pabrikan.

Gaya berkendara juga berpengaruh besar. Akselerasi yang halus dan bertahap dapat mengurangi konsumsi BBM. Mobil karburator sangat sensitif terhadap injakan pedal gas yang agresif.

“Menjaga putaran mesin tetap stabil juga membantu efisiensi. Hindari memacu mesin pada RPM tinggi secara terus-menerus. Berkendara pada rentang RPM menengah membuat konsumsi bahan bakar lebih terkendali,” ucap Hari.

Baca juga: Apakah BBM Bisa Kedaluwarsa? Ini Penjelasan Ahli

Filter udaraFoto: Peugeot Filter udara

Kondisi filter udara harus selalu diperhatikan. Filter yang kotor menghambat aliran udara ke mesin, sehingga campuran bahan bakar menjadi tidak ideal dan lebih boros.

Sistem pengapian juga memegang peranan penting. Busi, kabel busi, dan distributor yang tidak optimal dapat menyebabkan pembakaran tidak sempurna dan meningkatkan konsumsi BBM.

“Saluran udara yang terhambat sangat berpengaruh di mobil karburator, karena prinsip kerjanya mengandalkan vakum dari mesin, filter kotor maka akan menyedot BBM lebih banyak,” ucap Hari.

Baca juga: Tanda BBM yang Digunakan Tak Cocok dengan Spesifikasi Mesin Mobil

Ilustrasi tekanan udara ban motorIST Ilustrasi tekanan udara ban motor

Tekanan ban yang sesuai standar juga membantu mengurangi beban mesin. Ban yang kurang angin membuat mobil terasa lebih berat dan membutuhkan lebih banyak bahan bakar.

Penggunaan AC pada mobil karburator sebaiknya dibatasi. Kompresor AC menambah beban kerja mesin, terutama saat kondisi lalu lintas padat atau kecepatan rendah.

“Barang yang tidak diperlukan sebaiknya tidak dibawa, karena beban berlebih meningkatkan konsumsi bahan bakar,” ucap Hari.

Baca juga: Risiko Berkendara dengan Kondisi Tangki BBM Hampir Kosong

Penting juga untuk memeriksa kemungkinan kebocoran bahan bakar. Selang atau komponen yang bocor dapat menyebabkan bensin terbuang tanpa disadari, sehingga konsumsi terlihat lebih boros.

Secara keseluruhan, kombinasi perawatan rutin, penggunaan komponen yang baik, dan gaya berkendara yang efisien menjadi kunci utama. Dengan kebiasaan yang tepat, mobil karburator tetap bisa digunakan secara hemat dalam aktivitas harian.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau