Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apakah BBM Bisa Kedaluwarsa? Ini Penjelasan Ahli

Kompas.com, 30 Maret 2026, 15:12 WIB
Erwin Setiawan,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

SOLO, KOMPAS com - Bahan bakar minyak (BBM) kerap dianggap bisa mengalami kedaluwarsa seiring waktu penyimpanan. Sehingga, bila sudah disimpan terlalu lama bisa berubah kualitasnya.

Seiring waktu, sifat kimia BBM dapat berubah, terutama jika disimpan dalam kondisi yang kurang ideal. Lantas, apakah BBM punya masa kedaluwarsa?

Area Manager Communication, Relations, dan CSR Jawa Bagian Tengah, PT Pertamina Patra Niaga, Taufiq Kurniawan mengatakan tidak ada teori yang mengatakan BBM bisa kedaluwarsa.

Baca juga: Konsumsi BBM Naik 16 Persen Selama Mudik Lebaran 2026


“Dalam praktiknya, Pertamina juga menimbun BBM dengan standar operasional yang ketat, sehingga kualitasnya dapat dipertangjawabkan,” ucap Taufiq kepada KOMPAS.com, Jumat (27/3/2026).

Sedangkan BBM yang sudah diterima oleh konsumen, misal ditimbun, kualitasnya belum tentu akan tetap baik. Kondisi ini dapat terjadi lantaran kualitas BBM bisa menurun bila tak disimpan dengan baik dan di tempat ideal.

“Terkait seperti apa kualitas BBM yang ditimbun, tentu berada di luar kendali kami, seperti apa penyimpanannya, apakah ditambah aditif dan sebagainya,” ucap Taufiq.

Baca juga: Apa Itu Detonasi? Dampak Fatal jika Salah Pilih Oktan BBM

Pertamax Green 95 hadir di 170 SPBU Pulau Jawa, dorong energi hijau berbasis bahan baku lokal.DOK. PERTAMINA Pertamax Green 95 hadir di 170 SPBU Pulau Jawa, dorong energi hijau berbasis bahan baku lokal.

Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) Jayan Sentanuhady mengatakan, penyimpan BBM di tangan konsumen masih bisa ditoleransi 3 sampai 6 bulan.

“Tergantung penyimpan dan jenisnya, umumnya BBM yang mengandung nabati seperti Biosolar dan campuran etanol lebih cepat mengalami degradasi,” ucap Jayan kepada KOMPAS.com, Jumat (27/3/2026).

Tempat penyimpanan yang ideal adalah tangki yang kedap udara. Namun, kondisi tersebut tidak memungkinkan terjadi pada tangki BBM pada kendaraan.

“Secara umum B100 atau etanol masih mampu bertahan bila disimpan selama 3 bulan, bila lebih dari itu risikonya bakal terjadi penurunan kualitas,” ucap Jayan.

Baca juga: Bukan Sekadar Angka, Ini Faktor Kimia yang Menentukan RON BBM

Pertamina Patra Niaga menyiagakan SPBU modular untuk mengurai kemacetan dan antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) di jalur mudik Lebaran 2026.KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY Pertamina Patra Niaga menyiagakan SPBU modular untuk mengurai kemacetan dan antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) di jalur mudik Lebaran 2026.

Ahmad Safrudin, sering disapa Puput, Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) mengatakan BBM yang terpapar udara akan bereaksi dengan oksigen, sehingga kualitas pembakarannya menurun.

“BBM yang sudah di-blending dengan bahan nabati dari pabrikan harus segera digunakan, menyimpannya dalam waktu lama akan membuat kualitas menurun dan membuat performa kendaraan drop,” ucap Puput kepada KOMPAS.com, belum lama ini.

Kualitas BBM, seperti RON akan rusak, lama-lama akan semakin jauh dari spesifikasi yang ditetapkan. Sehingga, BBM yang ditimbun tidak disarankan untuk digunakan.

Baca juga: Cara Penyimpanan BBM yang Salah Bisa Menurunkan Kualitas

Cek harga Pertamax hari ini, Pertamax Turbo, dan Pertamax Green 95 per provinsi yang berlaku sejak 1 Februari 2026. Cek harga Pertamax hari ini, Pertamax Turbo, dan Pertamax Green 95 per provinsi yang berlaku sejak 1 Februari 2026.

Dalam jangka waktu tertentu, BBM juga bisa membentuk endapan. Zat seperti varnish dapat muncul dan berpotensi menyumbat sistem bahan bakar.

“Kontaminasi air juga menjadi masalah serius. Uap air yang ada di dalam wadah dapat menyebabkan mesin tersendat dan memicu karat pada tangki,” ucap Puput.

Secara umum, BBM memang memiliki masa simpan, meskipun tidak selalu tercantum secara resmi seperti produk konsumsi lainnya.

Baca juga: Konsumsi BBM Subaru Forester: Masih Rasional untuk Mesin 2.5 Liter

Penggunaan BBM yang sudah lama dapat menimbulkan berbagai dampak pada kendaraan. Mesin bisa sulit dinyalakan, tarikan melemah, dan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.

Selain itu, sistem bahan bakar seperti injektor berpotensi kotor atau tersumbat. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan komponen mesin.

Kesimpulannya, BBM tidak memiliki tanggal kedaluwarsa pasti, tetapi kualitasnya akan menurun seiring waktu. Oleh karena itu, penyimpanan dalam jangka lama sebaiknya dihindari demi menjaga performa dan keawetan komponen kendaraan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau