Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bukan Sekadar Angka, Ini Faktor Kimia yang Menentukan RON BBM

Kompas.com, 28 Maret 2026, 14:41 WIB
Muh. Ilham Nurul Karim,
Stanly Ravel

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Angka oktan atau Research Octane Number (RON), kerap dijadikan acuan utama dalam memilih bahan bakar.

Namun, tidak sedikit masyarakat yang mengira RON hanyalah angka yang “ditambahkan” ke dalam bensin agar terlihat lebih tinggi.

Padahal, di balik angka tersebut terdapat faktor kimia kompleks yang menentukan kualitas pembakaran di dalam mesin.

Baca juga: Kesalahan Umum Pengemudi Saat Hadapi Tanjakan, Banyak yang Masih Panik

Menurut Tri Yuswidjajanto Zaenuri, Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) yang juga pakar bahan bakar dan pelumas, RON pada dasarnya mencerminkan karakter kimia dari bahan bakar itu sendiri, bukan hasil penambahan zat tertentu secara instan.

"RON itu ditentukan oleh komposisi senyawa kimia yang ada di dalam bahan bakar, bukan sekadar ditambah sesuatu agar angkanya naik," kata Tri kepada Kompas.com, belum lama ini.

Tri menjelaskan, dalam pengukuran RON, bahan bakar akan dibandingkan dengan campuran referensi antara isooktana dan normal heptana.

Misalnya, RON 90 berarti karakteristik bahan bakar tersebut setara dengan campuran 90 persen isooktana dan 10 persen normal heptana.

Petugas pertamina saat melakukan pengisian ulang BBM di SPBU. KOMPAS.com/FINDI RAKMENI Petugas pertamina saat melakukan pengisian ulang BBM di SPBU.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa bensin di SPBU tidak benar-benar mengandung campuran tersebut secara langsung. Angka RON hanya menjadi indikator kemampuan bahan bakar dalam menahan detonasi, yang dipengaruhi oleh struktur kimia di dalamnya.

Lebih jauh, Tri menyebut, faktor utama yang menentukan RON adalah komposisi senyawa yang dikenal dengan istilah PIONA, yakni paraffin, isoparaffin, olefin, naphthenic, dan aromatik.

"Kombinasi dari senyawa-senyawa itu yang menentukan sifat bahan bakar, termasuk ketahanan terhadap detonasi dan stabilitas pembakaran," ujarnya.

Komposisi PIONA ini juga berpengaruh pada pembentukan deposit di dalam mesin, seperti pada katup masuk (intake valve). Jika deposit menumpuk berlebihan, aliran campuran udara dan bahan bakar ke ruang bakar bisa terganggu.

Baca juga: Waspada: Tidur di Mobil dengan Mesin Hidup Bisa Berakibat Fatal!

Akibatnya, tenaga mesin menurun karena proses pembakaran tidak berlangsung optimal. Dalam kondisi tersebut, pengemudi biasanya akan menambah bukaan gas untuk mempertahankan performa, yang berujung pada meningkatnya konsumsi bahan bakar.

Tak hanya itu, pembakaran yang tidak efisien juga berdampak pada emisi gas buang yang lebih tinggi. Karena itu, dalam standar internasional seperti Worldwide Fuel Charter, batas deposit di dalam mesin diatur agar tidak melebihi ambang tertentu.

Stok BBM RON 92 di SPBU Vivo kembali tersediaKOMPAS.com/DIO DANANJAYA Stok BBM RON 92 di SPBU Vivo kembali tersedia

Untuk menjaga kebersihan mesin, produsen bahan bakar biasanya menambahkan aditif deterjen. Meski demikian, Tri menegaskan bahwa aditif lebih berperan dalam menjaga kebersihan, bukan sebagai penentu utama angka oktan.

"Aditif itu fungsinya lebih ke menjaga agar deposit tidak berlebihan, bukan untuk menentukan RON. RON tetap ditentukan oleh komposisi kimia bahan bakarnya," kata Tri.

Baca juga: Kesiapan dan Hambatan Percepatan Konversi Motor Listrik di Indonesia

Dengan memahami hal ini, pengguna kendaraan diharapkan tidak lagi melihat RON sekadar sebagai angka, melainkan sebagai representasi kualitas bahan bakar yang berhubungan langsung dengan performa, efisiensi, dan umur mesin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau