Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sejarah Lexus dan Ambisi Toyota di Segmen Mobil Mewah

Kompas.com, 31 Maret 2026, 09:22 WIB
Gilang Satria,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

Sumber lexus

JAKARTA, KOMPAS.com - Lexus merupakan divisi kendaraan mewah milik Toyota. Merek ini dikenal dengan citra kemewahan, performa, dan inovasi yang lebih tinggi.

Sejak awal berdiri, Lexus konsisten menetapkan standar tinggi di industri otomotif, sekaligus berusaha mendefinisikan ulang arti mobil mewah di pasar global.

Baca juga: Mobil Pakai BBM Basi? Ini Dampak dan Risikonya

Kisah Lexus bermula pada awal 1983, ketika presiden Toyota saat itu yakni Eiji Toyoda menantang perusahaannya untuk menciptakan mobil terbaik di dunia.

Proyek ambisius tersebut diberi kode “Flagship One” (F1), dengan tujuan menghadirkan sedan mewah yang mampu bersaing di pasar global, khususnya Amerika Serikat.

Lexus LS 400Foto: Lexus Lexus LS 400

Meski Toyota telah memiliki model mewah seperti Century, mobil itu dinilai belum sesuai untuk pasar internasional. Oleh karena itu, tim melakukan riset mendalam terhadap kebutuhan konsumen global.

Dilansir dari Lexus, hasilnya cukup mengejutkan. Bagi konsumen Amerika, citra prestisius menjadi faktor utama, sementara performa justru berada di urutan keempat.

Baca juga: Ketahui Ciri dan Batas Aman Kampas Rem Aus

“Simple, clean, smart” menjadi prinsip utama dalam desain, menghasilkan tampilan mobil yang kokoh layaknya mobil Eropa, namun tetap memadukan desain khas mobil Jepang. Desain itu akhirnya disetujui pada Mei 1987.

Agar misinya berhasil, Toyota kemudian membuat hingga 450 unit mobil LS. Mobil-mobil ini diuji dengan menempuh jarak lebih dari 4,4 juta kilometer dalam berbagai kondisi jalan.

Lexus LS 400Foto: Lexus Lexus LS 400

Peluncuran

Toyota memutuskan untuk pakai nama baru yakni Lexus. Tujuannya agar punya citra baru yang lebih kuat dan lebih mewah.

Setelah melalui proses riset dan pengembangan panjang, model perdananya, Lexus LS 400, resmi diperkenalkan pada 1989.

Baca juga: Mobil Listrik Honda e:N2 Meluncur di Thailand, Harga Rp 740 Jutaan

LS 400 meluncur di ajang North American International Auto Show di Detroit 1989 dan langsung mendapat sambutan positif. Bahkan LS 400 berhasil menjadi mobil mewah impor terlaris di Amerika Serikat.

Keberhasilan tersebut menandai dimulainya era baru bagi Lexus di industri otomotif global.

Lexus LS 400Foto: Lexus Lexus LS 400

Asal-usul Nama

Nama Lexus disebut berasal dari kombinasi kata Latin “luxus” dan bahasa Perancis “luxe” yang melambangkan kemewahan, serta kata Yunani “lexicon” yang berarti bahasa.

Meski begitu, banyak yang mengira Lexus merupakan singkatan dari “Luxury Export to the United States”, mengingat peluncuran perdananya di Amerika pada 1989.

Namun mengutip dari lexusofparramatta, anggapan ini telah dibantah oleh tim periklanan Lexus, Team One.

Baca juga: Proyek Mobil Listrik Honda di AS Dibatalkan, Bagaimana di Indonesia?

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau