Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mobil Pakai BBM Basi? Ini Dampak dan Risikonya

Kompas.com, 30 Maret 2026, 21:12 WIB
Erwin Setiawan,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

SOLO, KOMPAS.com - Bahan bakar minyak (BBM) basi merupakan bahan bakar yang kualitasnya menurun karena disimpan terlalu lama atau terkontaminasi. Kondisi ini dapat berdampak negatif pada kinerja mesin mobil.

Salah satu dampak utama adalah pembakaran yang tidak sempurna di dalam ruang mesin. Hal ini membuat tenaga yang dihasilkan menjadi tidak optimal.

Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) Jayan Sentanuhady mengatakan, konsumen tidak disarankan menyimpan BBM terlalu lama karena bisa berujung kerugian karena adanya penurunan kualitas.

Baca juga: Apakah BBM Bisa Kedaluwarsa? Ini Penjelasan Ahli


“Dampak mesin mobil pakai BBM yang sudah terlalu lama disimpan bisa membuat performa menurun dan adanya potensi kerusakan komponen seperti injektor,” ucap Jayan kepada KOMPAS.com, belum lama ini.

Menurut Jayan, penyimpan BBM di tangan konsumen masih bisa ditoleransi 3 sampai 6 bulan, tergantung penyimpan dan jenisnya.

“Umumnya BBM yang mengandung nabati seperti biodiesel dan etanol lebih cepat mengalami degradasi,” ucap Jayan.

Baca juga: Risiko Berkendara dengan Kondisi Tangki BBM Hampir Kosong

Antrrean panjang kendaraan yang hendak mengisi Bahan bakar Minyak (BBM) terjadi di Stasiun Pengisuan Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan Halong, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Senin (30/3/2026)KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY Antrrean panjang kendaraan yang hendak mengisi Bahan bakar Minyak (BBM) terjadi di Stasiun Pengisuan Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan Halong, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Senin (30/3/2026)

Tempat penyimpanan BBM ideal adalah tangki yang kedap udara. Namun, kondisi tersebut tidak memungkinkan terjadi pada tangki BBM pada kendaraan.

“Secara umum B100 atau etanol masih mampu bertahan bila disimpan selama 3 bulan, bila lebih dari itu risikonya Terjadi penurunan kualitas,” ucap Jayan.

Muchlis, pemilik bengkel Spesialis Toyota Mitsubishi, Garasi Auto Service Sukoharjo mengatakan mobil yang menenggak BBM basi bisa mengalami penurunan performa.

Baca juga: Tanda BBM yang Digunakan Tak Cocok dengan Spesifikasi Mesin Mobil

Timing Chain di mesin mobil PeugeotFoto: Peugeot Timing Chain di mesin mobil Peugeot

“Akibatnya, mobil bisa terasa kurang bertenaga atau ngempos saat digunakan, terutama saat akselerasi atau menanjak,” ucap Muchlis kepada KOMPAS.com, Senin (30/3/2026).

Selain itu, mesin juga dapat mengalami gejala brebet atau tersendat. Hal ini disebabkan oleh campuran bahan bakar dan udara yang tidak ideal.

BBM basi juga dapat membuat mesin lebih sulit dihidupkan, terutama saat kondisi dingin atau setelah mobil lama tidak digunakan.

Baca juga: Apa Itu Detonasi? Dampak Fatal jika Salah Pilih Oktan BBM

Kotoran pada bensin ketika membersihkan filter BBMTangkapan layar Kotoran pada bensin ketika membersihkan filter BBM

“Endapan yang terbentuk dari BBM basi berpotensi mengotori injektor atau karburator. Jika dibiarkan, aliran bahan bakar bisa terganggu,” ucap Muchlis.

Filter bahan bakar juga akan bekerja lebih berat karena harus menyaring kotoran tambahan. Akibatnya, filter lebih cepat tersumbat.

BBM yang mengandung air akibat kondensasi dapat menyebabkan karat di dalam tangki bahan bakar. Hal ini dapat mempercepat terbentuknya serbuk karat.

Baca juga: Bukan Sekadar Angka, Ini Faktor Kimia yang Menentukan RON BBM

“Penggunaan BBM basi juga membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros karena pembakaran tidak sempurna,” ucap Muchlis.

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat merusak komponen penting seperti pompa bahan bakar dan injektor. Oleh karena itu, penting menggunakan BBM yang masih dalam kondisi baik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau