Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bos Ducati Akui Aprilia Makin Kencang di MotoGP

Kompas.com, 30 Maret 2026, 18:41 WIB
Ruly Kurniawan,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ducati mulai kehilangan dominasi absolut di MotoGP dalam beberapa musim terakhir.

Hal ini diakui langsung oleh manajer tim, Davide Tardozzi, yang menilai pabrikan rival kini semakin kompetitif, khususnya Aprilia Racing.

Dikutip GPOne, menurutnya Aprilia menunjukkan peningkatan signifikan dibanding musim sebelumnya. Bahkan, selisih performa kini semakin tipis.

Baca juga: Tanda BBM yang Digunakan Tak Cocok dengan Spesifikasi Mesin Mobil

Pebalap Spanyol dari Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, beraksi dalam Sprint Race MotoGP Brasil di Sirkuit Internasional Ayrton Senna di Goiania, negara bagian Goias, Brasil, pada 21 Maret 2026. (Foto oleh EVARISTO SA / AFP)AFP/EVARISTO SA Pebalap Spanyol dari Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, beraksi dalam Sprint Race MotoGP Brasil di Sirkuit Internasional Ayrton Senna di Goiania, negara bagian Goias, Brasil, pada 21 Maret 2026. (Foto oleh EVARISTO SA / AFP)

“Aprilia berkembang pesat. Mereka memangkas gap hingga beberapa persepuluh detik dan itu peningkatan yang besar,” ujar Tardozzi dikutip Senin (30/3/2026).

Meski begitu, ia menilai kondisi Marc Marquez belum sepenuhnya kembali ke performa terbaik. Insiden yang dialami di Indonesia disebut masih membekas.

“Kalau ditanya persentase, sulit dijawab. Tapi jelas dia belum dalam kondisi terbaik,” kata Tardozzi.

Ia menambahkan, dampak kecelakaan tersebut masih terasa, terutama dari sisi fisik. Marquez disebut belum sepenuhnya pulih, yang turut memengaruhi performanya di lintasan.

Di sisi lain, Tardozzi juga menyoroti tantangan teknis yang dihadapi Ducati saat ini. Salah satunya terkait daya tahan ban belakang yang dinilai belum optimal, terutama saat balapan panjang.

“Kami terlalu bergantung pada ban belakang. Dalam beberapa kondisi, performanya cepat menurun,” ujarnya.

Baca juga: Cara Mudah Bikin Kabin Mobil Kembali Segar Setelah Dipakai Mudik

Pebalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, melaju di depan pebalap BK8 Gresini Racing, Alex Marquez, dalam balapan MotoGP Valencia 2025 di Sirkuit Ricardo Tormo di Cheste pada 16 November 2025. (Foto oleh JOSE JORDAN / AFP)AFP/JOSE JORDAN Pebalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, melaju di depan pebalap BK8 Gresini Racing, Alex Marquez, dalam balapan MotoGP Valencia 2025 di Sirkuit Ricardo Tormo di Cheste pada 16 November 2025. (Foto oleh JOSE JORDAN / AFP)

Meski menghadapi tekanan dari rival, Ducati tetap optimistis bisa kembali bersaing di papan atas. Tardozzi menegaskan, peluang meraih gelar juara dunia masih terbuka.

“Situasinya memang sulit, tapi belum berakhir. Kami masih punya kesempatan untuk kembali ke jalur perebutan gelar,” kata dia.

Ia juga menekankan pentingnya evaluasi internal tim agar kesalahan serupa tidak terulang di seri berikutnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau