Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bluebird Group Tunda Tambah Layanan Taksi Listrik

Kompas.com, 21 September 2020, 09:02 WIB
Muhammad Fathan Radityasani,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Pandemi Covid-19 yang masih terjadi di Indonesia, turut memengaruhi usaha sektor transportasi, salah satunya yaitu Bluebird Group.

Karena pandemi yang belum beres ini, Bluebird harus menunda penambahan layanan kendaraan berteknologi listrik murni. Padahal pada akhir 2019, Bluebird sempat berencana untuk menambah mobil listrik pada 2020 ini.

Direktur PT Blue Bird Tbk Adrianto Djokosoetono mengatakan, kondisi pandemi seperti sekarang membuat kondisi bisnis sedang tidak menentu.

Baca juga: All New Honda Super Cub 110 Meluncur, Makin Retro

Pengemudi melakukan pengisian daya listrik pada armada taksi E-Bluebird di Mampang, Jakarta, Jumat (11/10/2019). Bluebird saat ini telah mengoperasikan armada taksi listriknya sebanyak 25 unit E-Bluebird dan 5 unit E-Silverbird. Pengoperasian ini merupakan upaya perusahaan untuk melakukan inovasi dengan merespons perkembangan teknologi kendaraan listrik sebagai armadanya.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Pengemudi melakukan pengisian daya listrik pada armada taksi E-Bluebird di Mampang, Jakarta, Jumat (11/10/2019). Bluebird saat ini telah mengoperasikan armada taksi listriknya sebanyak 25 unit E-Bluebird dan 5 unit E-Silverbird. Pengoperasian ini merupakan upaya perusahaan untuk melakukan inovasi dengan merespons perkembangan teknologi kendaraan listrik sebagai armadanya.

“Kami akan melakukan perencanaan kembali untuk kapan dan berapa banyak dari tambahan unit kendaraan listrik guna memastikan kemajuan berkelanjutan dari proyek ini,” ucap Adrianto, kepada Kompas.com Sabtu (19/9/2020).

Adrianto menambahkan, proyek kendaraan listrik ini dijadikan komitmen jangka panjang dari Bluebird Group. Sehingga tentunya berharap akan menambah jumlah dari kendaraan listrik yang dimiliki saat ini.

Diketahui, sejak awal beroperasi pada April 2019, Bluebird Group memiliki 29 kendaraan listrik. Sebanyak 25 unit jenis BYD E6 sebagai E-Bluebird dan empat unit Tesla Model X untuk E-Silverbird.

Baca juga: Curhat, Dovizioso Pakai Baju Balap Bertuliskan Pengangguran

Adrianto juga mengatakan, respon pengemudi dan penumpang terhadap kendaraan listrik ini banyak yang positif. Masyarakat merasa ketika naik taksi listrik memiliki sensasi berkendara yang senyap.

Begitu pun respon dari para pengemudi taksi listrik. Mereka memberikan kesan positif di mana unitnya sangat jarang mengalami kendala di jalanan, serta jarak tempuh yang dapat diandalkan ketika mengantarkan penumpang.

“Pastinya kendaraan listrik bisa jadi opsi sebagai kendaraan di masa depan, termasuk untuk insudtri transportasi Indonesia,” kata Adrianto.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau