JAKARTA, KOMPAS.com — Pintu geser atau sliding door menjadi fitur yang umum ditemukan pada mobil keluarga, terutama minivan dan MPV menengah ke atas.
Mekanisme pintu ini membuat akses masuk-keluar lebih mudah, terutama di area parkir sempit.
Namun, mekanikal sliding door berbeda-beda tergantung generasinya.
Baca juga: Rumor VR46 Racing Team Mau Pindah ke Aprilia
Gofur, spesialis power window dari Andi Motor di Bursa Otomotif Blok M Mall, mengatakan ada dua sistem utama yang digunakan pada sliding door, yaitu model tali baja dan model fan belt.
Nissan Serena C24“Kalau sliding door, kalau yang model-model lama itu kebanyakan pakai tali," kata Gofur yang ditemui di Jakarta, Selasa (2/12/2025).
Pada model lama, tali seling bekerja seperti kabel baja yang menarik dan mendorong pintu.
Sistem ini sederhana dan kuat, tetapi bisa berkarat karena usia jika sering terkena kelembapan.
"Jadi buka tutup menariknya pakai tali seling. Tapi lama-lama talinya bisa putus. Penyebabnya biasanya karat. Namanya tali baja, begitu lama-lama karat-karat putus. Akhirnya masalah, nggak bisa buka-tutup pintu,” katanya.
Baca juga: Deretan Merek Sepeda Motor yang Hadir di IIMS 2026
Toyota Sienta, mobil dengan pintu geser.Sedangkan pada mobil keluaran terbaru, Gofur mengatakan beberapa mobil menggunakan mekanisme yang lebih baik.
Baca juga: Konsep Modifikasi Cyber Street untuk All New Honda Vario 125 Street
“Kalau model sekarang pakainya dia fan belt, nariknya pakai karet pakai motor (dinamo) begitu.
Sistem ini menggunakan sabuk karet yang digerakkan motor.
Tipe ini lebih halus, lebih senap, dan tidak mudah karat.
Kekuatan tariknya stabil dan usia pakainya lebih panjang.
"Jarang (rusak), tapi yang sudah-sudah rusaknya itu di bagian modulnya. Jarang rusak di talinya (belt) itu,” ujar Gofur.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang