JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Inggris kini tengah meningkatkan kewaspadaan terhadap bus listrik buatan China yang beroperasi di sana.
Hal ini karena ditemukan ratusan bus listrik buatan China terdapat kill switch atau sakelar pemutus yang dapat dikendalikan dari jarak jauh.
Baca juga: Waspada Bunyi Kasar pada Mobil yang Pernah Mengalami Overheating
Dikutip dari Daily Mail, para pejabat di Pusat Keamanan Siber Nasional (NCSC) dan Departemen Transportasi (DfT) percaya bahwa China dapat mematikan bus yang melintas di jalan-jalan Inggris melalui internet.
Bus listrik China di InggrisBaca juga: Peta Kapitalisasi Pasar Otomotif Global 2025 Berubah, China Menguat
Kekhawatiran pertama kali muncul di Norwegia, yakni bus listrik Yutong buatan China dapat dihentikan atau dinonaktifkan oleh pabrikan (dari jarak jauh) dengan mematikan baterai.
Kini DfT dan NCSC sedang menyelidiki kasus tersebut.
Setelah memeriksa bus Yutong di Inggris, NCSC mengkonfirmasi hasil investigasi Norwegia dengan menemukan bahwa secara teknis dimungkinkan bagi kendaraan tersebut untuk dimatikan dari jarak jauh dari Tiongkok.
Sekitar 700 bus Yutong saat ini beroperasi di jalan-jalan Inggris, dengan penyedia terkenal Stagecoach dan First Bus diperkirakan masing-masing memiliki lebih dari 200 kendaraan tersebut.
Upaya Partai Buruh untuk memangkas emisi karbon transportasi umum telah menyebabkan jumlah bus tersebut meningkat, bahkan meski skandal di Norwegia terungkap.
Terlepas dari kekhawatiran tersebut, para menteri hingga saat ini tidak memblokir penjualan bus yang bermasalah ke Inggris.
Hal ini karena tidak ada bukti konkret campur tangan Tiongkok.
Melarang bus-bus tersebut tanpa bukti pelanggaran akan semakin menguji hubungan diplomatik yang sudah tegang dengan Beijing.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang