Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Inggris Waspada Bus Listrik China, Ada 'Kill Switch'

Kompas.com, 6 Januari 2026, 17:01 WIB
Janlika Putri Indah Sari,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Inggris kini tengah meningkatkan kewaspadaan terhadap bus listrik buatan China yang beroperasi di sana.

Hal ini karena ditemukan ratusan bus listrik buatan China terdapat kill switch atau sakelar pemutus yang dapat dikendalikan dari jarak jauh.

Baca juga: Waspada Bunyi Kasar pada Mobil yang Pernah Mengalami Overheating

Dikutip dari Daily Mail, para pejabat di Pusat Keamanan Siber Nasional (NCSC) dan Departemen Transportasi (DfT) percaya bahwa China dapat mematikan bus yang melintas di jalan-jalan Inggris melalui internet.

Kekhawatiran di Norwegia

Bus listrik China di InggrisAP Bus listrik China di Inggris

Baca juga: Peta Kapitalisasi Pasar Otomotif Global 2025 Berubah, China Menguat

Kekhawatiran pertama kali muncul di Norwegia, yakni bus listrik Yutong buatan China dapat dihentikan atau dinonaktifkan oleh pabrikan (dari jarak jauh) dengan mematikan baterai.

Kini DfT dan NCSC sedang menyelidiki kasus tersebut.

Investigasi NCSC

Setelah memeriksa bus Yutong di Inggris, NCSC mengkonfirmasi hasil investigasi Norwegia dengan menemukan bahwa secara teknis dimungkinkan bagi kendaraan tersebut untuk dimatikan dari jarak jauh dari Tiongkok.

Sekitar 700 bus Yutong saat ini beroperasi di jalan-jalan Inggris, dengan penyedia terkenal Stagecoach dan First Bus diperkirakan masing-masing memiliki lebih dari 200 kendaraan tersebut.

Upaya Partai Buruh untuk memangkas emisi karbon transportasi umum telah menyebabkan jumlah bus tersebut meningkat, bahkan meski skandal di Norwegia terungkap.

Belum Ada Tindakan Blokir

Terlepas dari kekhawatiran tersebut, para menteri hingga saat ini tidak memblokir penjualan bus yang bermasalah ke Inggris.

Hal ini karena tidak ada bukti konkret campur tangan Tiongkok.

Melarang bus-bus tersebut tanpa bukti pelanggaran akan semakin menguji hubungan diplomatik yang sudah tegang dengan Beijing.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau