Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Industri Pendukung Belum Ada, TKDN Motor Listrik Masih Rendah

Kompas.com, 3 Februari 2026, 10:02 WIB
Muh. Ilham Nurul Karim,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sepeda motor listrik masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi industri kendaraan listrik roda dua di Indonesia.

Hingga kini, ekosistem industri pendukung dinilai belum terbentuk secara kuat, sehingga capaian TKDN masih jauh dari target pemerintah.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Hanggoro Ananta mengatakan, industri motor listrik dihadapkan pada target TKDN sekitar 60 persen pada 2027.

Baca juga: Harga LMPV Bekas Februari 2026: Grand Livina mulai Rp 60 Jutaan

Namun, realisasi saat ini masih berada di bawah angka tersebut.

“Kalau kita bicara TKDN 2027 itu sekitar 60 persen, sementara rata-rata sekarang masih jauh di bawah itu. Ini menjadi tantangan besar bagi industri,” kata Hanggoro di Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026).

Menurut dia, rendahnya TKDN tidak terlepas dari minimnya industri pendukung di dalam negeri.

Sejumlah komponen utama sepeda motor listrik hingga kini masih harus didatangkan dari luar negeri karena belum diproduksi secara lokal.

Ragam produk motor listrik Alva.ilhamkarim/kompas.com Ragam produk motor listrik Alva.

“TKDN itu kan mensyaratkan komponen pendukung diproduksi di dalam negeri. Masalahnya, industri pendukungnya sendiri belum banyak terbentuk,” ujarnya.

Hanggoro menilai, pengembangan industri komponen lokal tidak bisa hanya dibebankan kepada pabrikan sepeda motor listrik.

Dibutuhkan peran aktif pemerintah untuk menumbuhkan ekosistem industri pendukung, mulai dari kebijakan, insentif investasi, hingga kepastian pasar.

“Ini PR kita bersama. Bukan hanya industri motor listrik, tapi juga bagaimana pemerintah mendorong tumbuhnya industri komponen pendukung,” kata dia.

Saat ini, Aismoli mencatat terdapat sekitar 30 hingga hampir 40 produsen sepeda motor listrik yang beroperasi di Indonesia.

Baca juga: Alasan Melepas Ban Belakang Motor Listrik Tidak Bisa Asal

Selain itu, terdapat pula pelaku industri sepeda listrik, bengkel konversi, serta industri komponen yang menjadi bagian dari ekosistem kendaraan listrik roda dua.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, total investasi dari puluhan produsen motor listrik tersebut telah mencapai puluhan triliun rupiah.

Namun, besarnya investasi tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan kesiapan rantai pasok komponen lokal.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau