Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Plus Minus Suzuki Carry Pikap dari Kaca Mata Konsumen

Kompas.com, 25 Februari 2026, 10:12 WIB
Erwin Setiawan,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

SOLO, KOMPAS.com - Pilihan mobil bak terbuka untuk kendaraan niaga ringan cukup banyak di pasaran. Seperti salah satunya New Suzuki Carry Pikap.

Mobil ini juga kerap disebut dengan Carry Tayo karena bentuk ruang kabin yang kotak dan besar, berbeda dengan generasi Carry sebelumnya.

Hal tersebut membuat kabin atau ruang pengemudinya lebih lapang. Sehingga bisa memberikan rasa nyaman untuk pengemudi.

Baca juga: Inilah Penyegaran Suzuki Carry Setelah 12 Tahun


Andri (40) warga Klaten, pemilik Suzuki Carry Pikap tahun 2020 mengatakan membeli mobil bak terbuka dengan niat untuk usaha.

“Alhamdulillah, selama pemakaian tidak pernah ada kendala dan perawatannya mudah, saya pakai mobil ini sejak baru jadi dapat gratis servis sampai 3 tahun di bengkel resmi,” ucap Andri kepada KOMPAS.com, Selasa (24/2/2026).

Setelah habis masa gratis servis, Andri mengaku tak pernah melakukan servis. Tapi, dia rutin mengganti oli mesin setiap 6 bulan sekali.

Baca juga: Jurus Suzuki Tekan Harga Mobil Listrik e Vitara Jadi Rp 200 Jutaan

“Ganti oli saja yang penting, tak sampai Rp 500.000 untuk ganti oli, selama ini aman-aman saja, performa tetap baik, buat muatan tetap bertenaga,” ucap Andri.

Andri mengatakan, Carry Pikap yang digunakan umumnya dipakai muatan mencapai 2 ton dan mampu menampung lebih banyak barang karena bak lebih luas.

Berdasarkan spesifikasi resminya, Carry Pikap punya kapasitas mencapai 11,2 meter persegi, mampu membawa muatan seberat satu ton.

Baca juga: Modifikasi Ekstrem Suzuki Swift Jadi Mobil Balap

“Baknya lebih luas daripada Gran Max dan Carry generasi sebelumnya, ini jadi alasan saya waktu pertama kali beli, tapi tak seluas Mitsubishi L300,” ucap Andri.

Dari segi performa, Carry Pikap dinilai punya tenaga dan daya angkut menengah untuk ukuran mobil bak terbuka.

“Dibandingkan Gran Max dia lebih bertenaga, dan saya angkutnya lebih besar, tapi masih di bawahnya L300, kan mesinnya juga berbeda-beda,” ucap Andri.

Daya angkut yang kuat tersebut didukung oleh mesin terbaru K15B-C dan teknologi DOHC 16 Valve berkapasitas 1.500 cc. Mesin ini memberikan tenaga ekstra yang diperlukan untuk menangani beban berat, dengan efisiensi bahan bakar yang tinggi.

Baca juga: Ulik Suzuki e Vitara yang Jadi Pilihan SUV Listrik Baru di Indonesia

Andri mengaku konsumsi BBM-nya termasuk irit. Terlebih lagi menggunakan jenis BBM RON 92. Ada perbedaan tarikan dan suara lebih halus saat dioperasikan.

“Secara umum Carry Pikap memuaskan, hanya saja saya ambil yang model belum AC dan power steering, harga lebih murah memang,” ucap Andri.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau