Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tematis Pelek

Pelek Peyang atau Pecah, Servis Sementara!

Kompas.com, 21 Desember 2013, 15:08 WIB
Donny Apriliananda

Penulis

Jakarta, KompasOtomotif – ”Menghajar” lubang atau ”nyenggol” trotoar, jadi momok para pengguna mobil. Jika benturannya cukup keras, pelek riskan peyang, penyok, atau bahkan retak dan pecah. Jika sudah begini, dan kebetulan kantong kosong, solusinya menyervis. Banyak toko pelek dan ban yang menyediakan jasa ini, tapi yang spesialis bisa dihitung dengan jari.

Donny Apriliananda Pelek retak atau pecah, bsia juga diservis, tapi tidak menjamin kekuatannya.
Salah satu yang berpengalaman urusan servis pelek adalah Gelora Teknik Sarinande, bengkel bubut yang beroperasi di Jl Fatmawati no. 36, Jakarta Selatan. Banyak pemilik mobil yang membawa pelek peyang atau retaknya di sini, bahkan ada juga toko ban yang melempar pekerjaan tersebut di begkel yang letaknya bersebelahan dengan Pasar Mede ini.

Mulyono, supervisor Sarinande, mengakatan kepada KompasOtomotif bahwa untuk menyervis pelek sebaiknya menggunakan mesin. ”Banyak yang bisa mereparasi tapi caranya manual dengan diketok dan dipanasi. Kami menggunakan mesin press, peyang atau retak paling parah sekali pun bisa kembali rapi,”ungkapnya.

Kerusakan
Paling sering dikeluhkan adalah peyang atau penyok. Untuk perbaikan jenis ini dipatok Rp 150.000 - 200.000 ribu, per pelek. Mulyono menjelaskan bahwa kadang tak cukup hanya di-press. Untuk kerusakan tertentu butuh dibubut dan dipapas agar tetap simetris. Hampir semua kerusakan bisa diatasi, tapi tidak menerima cat dan poles.

Kerusakan lain adalah retak atau pecah. Kalau yang ini prosesnya hampir sama, di-press dahulu lalu dibuat presisi kembali. Namun ada langkah tambahan, yakni merapikan dengan dempul dan lem. ”Menyambungnya kembali nanti dilas secara manual. Lem dan dempul untuk menutup pori-pori agar lebih kuat,” sambar Mulyono.

Untuk kerusakan jenis ini dipatok paling murah Rp 250 ribu untuk pelek 18 inci ke bawah. Semakin besar diameter atau semakin parah kerusakan, harga bisa melambung, bahkan mencapai Rp 500.000 - 1 juta per pelek. Meski demikian, untuk pelek yang sudah diservis, saran Mulyono, tidak dipakai terlalu lama. Dia tidak menjamin soal kekuatan, meski hasil pengerjaan tergolong rapi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau