Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Apa Bedanya AC Inverter dan AC Split Biasa?

KOMPAS.com - Pendingin udara atau air conditioner (AC) telah menjadi perangkat penting di banyak rumah dan perkantoran, terutama di negara beriklim tropis seperti Indonesia.

Selain memberikan kesejukan, AC juga berperan menjaga kenyamanan dan produktivitas penghuninya. Di antara berbagai jenis AC yang beredar di pasaran, AC split konvensional dan AC inverter kerap menjadi dua pilihan utama.

Keduanya sama-sama populer, tetapi memiliki perbedaan mendasar dari sisi teknologi, konsumsi energi, hingga kenyamanan penggunaan. Lantas, apa sebenarnya perbedaan AC split dan inverter?

Perbedaan AC inverter dan split konvensional

Melansir Bruhm, sistem pendingin udara bekerja dengan menyerap panas dari dalam ruangan dan membuangnya ke luar. Proses ini membuat suhu ruangan turun dan terasa lebih sejuk.

Dalam memilih AC yang tepat, konsumen tidak hanya perlu mempertimbangkan harga, tetapi juga efisiensi energi, performa pendinginan, serta tingkat kebisingan.

Persaingan antara AC split konvensional dan AC inverter pun menjadi sorotan karena keduanya menawarkan keunggulan masing-masing.

Apa itu AC split biasa?

AC split merupakan jenis pendingin udara yang paling umum digunakan. Sesuai namanya, AC ini terdiri dari dua unit utama, yaitu unit indoor yang berfungsi meniupkan udara dingin ke dalam ruangan dan unit outdoor yang berfungsi membuang panas ke luar.

AC split konvensional bekerja dengan sistem kompresor on-off. Artinya, ketika suhu ruangan sudah mencapai batas yang ditentukan, kompresor akan mati. Sebaliknya, saat suhu naik kembali, kompresor akan menyala dengan kapasitas penuh.

Meski dikenal andal dan efektif dalam mendinginkan ruangan, pola kerja ini membuat AC split konvensional cenderung mengonsumsi daya listrik lebih besar. Selain itu, proses hidup-mati kompresor dapat menyebabkan fluktuasi suhu, sehingga suhu ruangan terasa kurang stabil.

Apa itu AC split inverter?

AC split inverter pada dasarnya merupakan pengembangan dari AC split konvensional. Perbedaan utamanya terletak pada penggunaan teknologi inverter, yang memungkinkan kompresor bekerja dengan kecepatan variabel.

Alih-alih sering mati dan menyala, kompresor AC inverter akan menyesuaikan kecepatannya sesuai kebutuhan pendinginan ruangan. Saat suhu mendekati angka yang diinginkan, kompresor tetap bekerja tetapi dengan daya yang lebih rendah.

Teknologi ini membuat AC inverter memiliki pengoperasian lebih halus, lebih hemat energi, serta mampu menjaga suhu ruangan tetap stabil dalam jangka waktu lama.

Plus minus AC inverter dan split konvensional

1. Efisiensi energi

Perbedaan paling mencolok antara AC split biasa dan AC inverter terletak pada konsumsi listrik. AC split konvensional membutuhkan daya lebih besar karena kompresor terus bekerja dengan sistem hidup-mati.

Sebaliknya, AC inverter mengoptimalkan penggunaan energi dengan menjaga putaran kompresor tetap stabil. Hasilnya, konsumsi listrik menjadi lebih efisien dan tagihan listrik cenderung lebih rendah, terutama untuk penggunaan jangka panjang.

2. Performa pendinginan

Dari sisi performa, AC inverter unggul dalam hal kecepatan dan kestabilan pendinginan. Kemampuan kompresor menyesuaikan kecepatan membuat ruangan lebih cepat dingin dan suhu tetap merata.

Sementara itu, AC split biasa membutuhkan waktu lebih lama untuk mendinginkan ruangan dan suhu dapat naik-turun mengikuti siklus kompresor. Itu yang membuat beda AC inverter dan split biasa yang cukup mencolok.

3. Tingkat kebisingan

AC inverter dikenal memiliki tingkat kebisingan yang lebih rendah. Hal ini karena kompresornya bekerja secara stabil tanpa sering mati dan menyala.

Kondisi tersebut membuat AC inverter lebih nyaman digunakan di kamar tidur, ruang kerja, atau kantor, di mana suasana tenang sangat dibutuhkan. Sebaliknya, AC split konvensional bisa menghasilkan suara yang lebih terdengar saat kompresor mulai bekerja kembali.

Pemilihan antara AC split biasa dan AC inverter sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran. AC split konvensional masih menjadi pilihan ekonomis untuk penggunaan terbatas.

Namun, jika AC digunakan dalam durasi panjang setiap hari, AC inverter dapat menjadi investasi jangka panjang yang lebih hemat energi dan nyaman. Jadi sudah tahu kan beda AC inverter dan split biasa?

https://properti.kompas.com/read/2026/01/25/193049221/apa-bedanya-ac-inverter-dan-ac-split-biasa

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com