YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Keraton Yogyakarta akan memperingati ulang tahun kenaikan takhta Sri Sultan Hamengku Buwono X melalui upacara Tingalan Jumenengan Dalem pada Minggu Kliwon, 18 Januari 2026 (29 Rejeb 1959 Jawa Sultanagungan), menandai 38 tahun bertakhta.
Rangkaian upacara telah dimulai sejak 16 Januari 2026, dengan prosesi penting antara lain:
Labuhan Parangkusumo dan Dlepih (30 Jan) serta Labuhan Lawu dan Merapi (1 Ruwah) – Upacara membuang sifat buruk dan memelihara keseimbangan alam, melibatkan uborampe khas seperti songsong gilap dan kambil watangan.
Kanjeng Kusumonegoro, Penghageng II Kawedanan Reksa Suyasa, menjelaskan, prosesi Tingalan Jumenengan Dalem Dal 1959 berbeda dari biasanya karena bertepatan Tahun Jawa Dal, yang dianggap lebih sakral dalam siklus windu (8 tahun).
Baca juga: Mahfud MD: Rekrutmen Polri Tidak Boleh Ada Titip-titipan, Disiapkan Jalur Afirmasi
Khusus tahun Dal, lokasi Labuhan Ageng ditambah di Dlepih, Kabupaten Wonogiri, selain Gunung Merapi, Gunung Lawu, dan Parangkusumo.
Labuhan merupakan tradisi menghormati leluhur Keraton Yogyakarta, seperti Panembahan Senopati, Sultan Agung Hanyakrakusumo, dan Sri Sultan Hamengku Buwono I, sekaligus menjaga keselarasan alam dan lingkungan.
Kanjeng Kusumonegoro mengingatkan masyarakat yang ingin menyaksikan prosesi untuk menjaga ketertiban, keselamatan, dan kekhidmatan agar acara berjalan lancar dan khidmat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang