Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dukung Swasembada Pangan, Program 10 Ton Bisa di Pati Lampaui Target

Kompas.com, 7 Februari 2026, 12:09 WIB
Muhamad Kafi,
Ferril Dennys

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Program “1 Hektare 10 Ton” terbukti berhasil meningkatkan produktivitas pertanian di Desa Bumiharjo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati.

Hasil panen padi di wilayah tersebut mencapai 10,28 ton per hektar, jauh di atas rata-rata panen tahun-tahun sebelumnya.

Keberhasilan itu ditinjau langsung oleh Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, didampingi Anggota DPR RI Firman Soebagyo serta jajaran DPRD Kabupaten Pati.

Mereka turun langsung ke sawah dan ikut memanen padi menggunakan mesin combine harvester, Sabtu (7/2/2026).

Baca juga: Banjir Datang Lagi, Warga di Pati Pasrah: Kami Sudah Capek, Pemerintah yang Harus Mikir

Salah satu petani setempat, Suwarjo, mengakui program tersebut berdampak signifikan terhadap hasil panen petani, meski tanaman padi sempat terdampak serangan hama tikus.

“Dibandingkan tahun-tahun lalu masih bagus tahun ini. Dulu hasil panen hanya kisaran 6 sampai 7 ton per hektar,” ungkap Suwarjo.

Tak hanya dari sisi produksi, harga gabah juga dinilai menguntungkan petani.

Saat ini harga gabah kering panen berada di kisaran Rp 6.700 hingga Rp 6.800 per kilogram, lebih tinggi dari Harga Pokok Penjualan (HPP) Rp 6.500 yang ditetapkan Kementerian Pertanian.

Bahkan pada panen sebelumnya, harga gabah sempat menyentuh Rp 7.200–Rp 7.300 per kilogram.

“Sekarang gabah tidak diserap Bulog karena harga masih berpihak kepada petani. Biasanya Bulog turun kalau harga di bawah Rp 6.500,” jelasnya.

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan, panen tersebut menjadi bukti konkret keberhasilan program 10 ton per hektar di Desa Bumiharjo.

“Kegiatan hari ini saya ditemani Pak Firman untuk membuktikan program 1 hektar 10 ton di Desa Bumiharjo, Kecamatan Winong. Dari hasil ubinan kemarin, totalnya mencapai 10,28 ton,” ujar Risma.

Ia menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja keras jajaran Dinas Pertanian hingga tingkat desa dalam melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada petani.

Intervensi dilakukan melalui pemanfaatan pupuk subsidi yang dikombinasikan dengan pupuk tambahan untuk meningkatkan produktivitas.

“Petani masih menggunakan 100 persen pupuk subsidi, ditambah pupuk pendukung. Biasanya di sini hanya 5–7 ton, sekarang bisa tembus 10,2 ton,” imbuhnya.

Halaman:


Terkini Lainnya
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Regional
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Regional
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Regional
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Regional
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Regional
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi 'Si Apik'
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi "Si Apik"
Regional
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Regional
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Regional
302 Dapur MBG di NTB Ditutup Sementara Lantaran Tak Penuhi Standar SLHS dan IPAL
302 Dapur MBG di NTB Ditutup Sementara Lantaran Tak Penuhi Standar SLHS dan IPAL
Regional
Seluruh Indomaret di Banyumas Bebas Parkir Mulai 1 April
Seluruh Indomaret di Banyumas Bebas Parkir Mulai 1 April
Regional
Kisah Ahmad Zaki, Guru di Bojonegoro Lari 4 Km ke Sekolah Pakai Seragam Dinas
Kisah Ahmad Zaki, Guru di Bojonegoro Lari 4 Km ke Sekolah Pakai Seragam Dinas
Regional
Karhutla Riau Belum Padam, 2,45 Juta Liter Air Dijatuhkan ke Titik Api
Karhutla Riau Belum Padam, 2,45 Juta Liter Air Dijatuhkan ke Titik Api
Regional
Komisi II DPR Sebut WFH ASN Jadi Strategi Tekan Impor BBM dan Hemat APBN
Komisi II DPR Sebut WFH ASN Jadi Strategi Tekan Impor BBM dan Hemat APBN
Regional
Penemuan Jasad Bayi di Sambas, Saksi Sempat Kira Bungkusan Ayam
Penemuan Jasad Bayi di Sambas, Saksi Sempat Kira Bungkusan Ayam
Regional
Pemkot Palembang Tegaskan WFH Bukan Libur, ASN Tetap Harus Produktif
Pemkot Palembang Tegaskan WFH Bukan Libur, ASN Tetap Harus Produktif
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Dukung Swasembada Pangan, Program 10 Ton Bisa di Pati Lampaui Target
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat