Jarak ratusan kilometer dengan medan jalan berkelok dan rawan longsor harus ditaklukkannya dalam waktu singkat.
Baca juga: Polda Jatim Catat Kenaikan Kepadatan Kendaraan hingga 18 Persen Selama Arus Mudik-Balik
Faisal sadar, jika ia terlalu lama beristirahat, ia akan kehilangan momentum keberangkatan penumpang berikutnya dari Pekanbaru yang sudah menanti untuk pulang ke kampung halaman.
Hal senada diungkapkan oleh Hendra (42). Meski raga didera lelah, ia tetap berusaha menjaga ritme kendaraan agar tetap prima demi keselamatan nyawa di dalamnya.
Hendra menuturkan bahwa kondisi ini adalah risiko tahunan yang harus ia ambil secara sadar.
"Tidak ada paksaan, ini pilihan masing-masing sopir; mau PP (pulang-pergi) atau tidak. Kalau tidak mau, otomatis pendapatan tidak akan maksimal karena penumpang cuma searah dan momen Lebaran itu singkat," tutur pria yang mengandalkan armada Daihatsu Luxio tersebut.
Baca juga: Pedagang Terminal Arjosari Keluhkan Omset Terjun Payung saat Momen Mudik Lebaran 2026
Baginya, membuang waktu sama saja dengan membuang kesempatan di tengah persaingan transportasi yang kian sempit.
Di balik kemudi, para pejuang aspal ini terus terjaga, bertarung dengan kantuk demi memastikan dapur tetap mengepul dan keluarga di rumah bisa merayakan hari kemenangan dengan layak.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang