Hal yang sama diutarakan salah satu korban, V.
Ia juga disiksa di tempat kerjanya sebagai admin penipuan online.
V melarikan diri empat hari bekerja setelah mengetahui bahwa akan dijual ke perusahaan lain.
"Saya di sana kerja baru empat hari dan belum mendapatkan gaji. Tapi, karena saya merasa mau dijual ke perusahaan lain kalau tidak bisa menghasilkan uang, saya memilih melarikan diri," kata Varel.
Baca juga: Judi Online Beromzet Rp 7 Miliar di Apartemen Medan, Terafiliasi dengan Kamboja?
Ia pun menceritakan, ia bersama sembilan orang temannya melarikan diri pukul 02.00 dini hari waktu Kamboja.
Mereka akhirnya berkumpul di penampungan dan membuat video meminta pertolongan ke Wali Kota Palembang dan Gubernur Sumsel.
"Teman-teman ada juga yang dari Batam dan Bengkulu. Alhamdulillah kami langsung direspons dan jemput," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 14 orang remaja asal Palembang, Sumatera Selatan, yang terjebak di Kamboja akibat tergiur gaji besar akhirnya kembali ke kampung halamannya.
Keempat 14 remaja itu tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sumatera Selatan, setelah dipulangkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang