SEMARANG, KOMPAS.com – Sebanyak 1.400 kasus campak tersebar di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Sebanyak tiga kabupaten kini menghadapi kejadian luar biasa (KLB), di antaranya Cilacap, Klaten, dan Pati.
Lalu Brebes dan Kudus menjadi daerah suspek.
Untuk mencegah penyebaran lebih luas, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah, Yunita Dyah Ayu Suminar mengupayakan pelacakan kasus dan pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) campak dengan melakukan imunisasi secara masif di wilayahnya.
Baca juga: Gejala Campak Sering Disangka Flu Biasa, Ini Tanda yang Perlu Diwaspadai
Kendati ketiga daerah belum menetapkan situasi KLB, namun dia menyebut secara indikasi medis disebut telah memasuki kriteria KLB.
“1.400 kasus campak tersebar di 35 kabupaten/kota. Secara kriteria (medis) memenuhi indikasi KLB kalau sudah ada positif dua imunoglobulin Measles (IgM) (dua pasien campak dalam satu rumah),” ungkap Yunita melalui sambungan telepon, Selasa (31/3/2026).
Dia memastikan hingga sekarang tidak ada kasus pasien meninggal akibat campak di Jateng.
Dinkes Jateng menyoroti pentingnya penanganan gejala campak, seperti panas atau demam.
Kemudian upaya imunisasi campak yang lebih digencarkan untuk mencegah penyebaran.
“Yang penting ini gejala-gejalanya yang di yang ditangani. Misalnya panas, anti-panas gitu loh. Bukan obat seperti penyakit yang disebabkan oleh virus kayak Covid. Yang bahaya kan kalau pneumonia ada gangguan di saluran napas, jadi sesak, jadi ini gitu loh. Jadi yang yang utama justru pencegahannya sekarang. Pastikan anak itu semua diimunisasi,” ungkapnya.
Yunita menambahkan angka imunisasi di Jateng pada 2026 telah mencapai 100 persen atau melebihi target.
Namun dia menyebut selama pandemi Covid-19 banyak anak yang belum mendapat imunisasi campak sehingga mereka rentan mengalami campak.
“Saat pandemi Covid itu kan banyak yang tidak terimunisasi. Dampaknya mungkin sekarang-sekarang ini toh. Karena campak tidak menyerang anak-anak saja, orang dewasa bisa kena juga,” imbuhnya.
Baca juga: Tiga Kabupaten di Jawa Tengah KLB Campak, Pemprov Perkuat Imunisasi dan Edukasi
Dinkes Jateng mengimbau pemerintah di kabupaten/kota lebih gencar melakukan deteksi pasien campak serta memperluas cakupan imunisasi.
Menurut Yunita masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan penyebaran campak di titik-titik rawan atau berisiko.
Sehingga upaya penanganan tidak perlu menunggu penetapan KLB.
“Jadi, prinsipnya semuanya sama. Kewaspadaannya yang ditingkatkan. Kalau menyebarnya kan bisa di sekolah, di tempat-tempat seperti kumpulan keluarga,” tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang