BANDUNG, KOMPAS.com - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat, Vini Adiani Dewi memastikan, pihaknya sudah menindaklanjuti instruksi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait kasus meninggalnya AMW (26), seorang dokter muda di Kabupaten Cianjur akibat campak.
Dinkes Jabar juga telah mengumpulkan semua kepala dinas kesehatan kabupaten dan kota untuk memetakan sekaligus menangani kasus campak.
"Kemarin sudah rapat dengan semua kepala dinas kesehatan, saya menyampaikan bahwa harus cepat dilakukan pemetaan, jadi ketika kasusnya meningkat, harus langsung dilakukan CUC bagi orang-orang yang belum diimunisasi campak. Tapi kalau kasusnya banyak itu dilakukan namanya ORI (Outbreak Response Immunization)," katanya saat ditemui di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (30/3/2026).
Baca juga: Dokter Muda Meninggal Suspek Campak, Dedi Mulyadi Telepon Bupati Cianjur
Vini mengatakan, saat ini penanganan difokuskan di semua kecamatan di Kabupaten Garut dan Tasikmalaya karena terjadi peningkatan kasus campak.
Sementara itu, di daerah lain, kasus dinilai sudah lebih terkendali.
Penanganan dilakukan melalui imunisasi sesuai temuan kasus di tiap kecamatan, seperti di Cianjur.
Program imunisasi ini, kata Vini, juga akan diperluas ke 10 kabupaten dan kota lain di Jawa Barat.
Ia menyampaikan, imunisasi massal campak terakhir dilakukan secara nasional pada 2022.
Setelah itu, vaksinasi rutin tetap dilakukan setiap tahun, menyasar balita hingga anak usia di bawah 14 tahun.
"Yang belum akan kita kejar imunisasinya karena sekitar 102.000 anak, data hingga 2025, yang belum diimunisasi secara lengkap. Untuk orang dewasa diharapkan secara mandiri," ucap Vini.
Baca juga: Dokter Muda Meninggal Suspek Campak, Nakes RSUD Pagelaran Cianjur Divaksinasi
Vini berharap, masyarakat tidak menolak imunisasi agar kejadian luar biasa (KLB) campak tidak kembali terjadi.
Tingginya kasus di Garut dan Tasikmalaya dipengaruhi rendahnya cakupan vaksinasi.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan duka atas meninggalnya dokter muda yang tertular campak saat bertugas di Cianjur.
"Saya sampaikan duka mendalam, itu pengabdian tertinggi dari seorang dokter, meninggal di tempat ketika sedang bertugas," ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat lebih waspada terhadap campak dan mendorong penanganan KLB dilakukan segera.
"Penyakitnya harus segera ditangani dan diawaspadai, apalagi bupatinya seorang dokter," kata Dedi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang