PADANG, KOMPAS.com - Antrean panjang kendaraan masih terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Padang, Sumatera Barat, meski pemerintah telah membantah isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Pantauan di lapangan, antrean terlihat di SPBU kawasan Padang Selatan dan Padang Timur hingga memakan badan jalan, Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Salah seorang warga, Rinal Effendi, mengaku telah mengantre lebih dari satu jam untuk mendapatkan BBM.
Ia sempat berkeliling mencari SPBU yang lebih sepi, namun tidak menemukan lokasi dengan antrean pendek.
"Kalau saya cari terus, malah habis pula BBM saya. Makanya saya putuskan untuk mengantre di sini," ujarnya di SPBU Jati, Padang Timur.
Baca juga: BBM Aman tapi Warga Tetap Antre: Kisah Cemas di SPBU Jatim
Menurut Rinal, antrean sudah terjadi sejak tiga hari terakhir, dipicu kekhawatiran warga terhadap isu kenaikan harga BBM.
Hal serupa dirasakan Ragil (38), sopir angkutan kota yang juga mengantre hampir satu jam.
Ia memilih mengantre di sela waktu senggang agar tidak kehilangan penumpang.
"Kalau kami sopir angkot tidak ada BBM, berarti tidak bisa narik, tidak dapat penghasilan," ujarnya.
Ragil bahkan khawatir jika antrean terus berlanjut hingga siang, karena jam tersebut merupakan waktu ramai penumpang.
Asisten Pengawas SPBU Jati, Muhammad Fadhil, memastikan stok BBM dalam kondisi normal dan tidak mengalami gangguan.
Dalam sehari, SPBU tersebut menyediakan 16 kiloliter pertalite, 8 kiloliter solar, dan 8,8 kiloliter pertamax.
"Kalau kemarin masyarakat masih berasumsi akan terjadi kenaikan harga. Tapi sekarang masih ramai juga ternyata," ujarnya.
Baca juga: Aturan Baru BBM Subsidi: Mobil Pribadi Maksimal Beli 50 Liter, Angkutan Umum Boleh Lebih
Pihak SPBU bahkan memasang pengumuman bertuliskan “harga BBM 1 April normal” untuk meredam kepanikan warga.
Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menegaskan bahwa informasi kenaikan harga BBM per 1 April 2026 tidak benar.