Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pertagas Bangun Pusat Rehabilitasi Satwa Primata Endemik Jabar

Kompas.com, 5 Maret 2016, 08:12 WIB
Reni Susanti

Penulis

BANDUNG, KOMPAS.com - PT Pertamina Gas (Pertagas) akan membangun program konservasi dan penyelamatan satwa langka dilindungi yang hampir punah.

Hal ini ditandai dengan ditandatanganinya Perjanjian Kerjasama Konservasi Primata Endemik Jawa Barat oleh Presiden Direktur PT Pertamina Gas Hendra Jaya dan Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat (BBKSDA Jabar) Sylvana Ratina di Bandung, Jumat (4/3/2016).

Hendra Jaya mengatakan, perjanjian tahap awal akan dilakukan selama 5 tahun. Rencananya, PT Pertagas membangunan dan mengelola Pusat Rehabilitasi Satwa (PRS) di salah satu lokasi beroperasinya perusahaan tersebut di West Java Area, yakni Distrik Cilamaya, Karawang.

"Kami ingin berkontribusi dalam upaya pelestarian Surili dan Primata Endemik Jawa Barat lainnya melalui dukungan terhadap upaya-upaya konservasi in-situ dan ex-situ," ujar Hendra dalam rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (4/3/2016).

Alasan pilih Surili

Pilihan Surili (Presbytis comata) bukanlah tanpa alasan. Satwa yang dikenal sebagai primata yang sensitif dan pemalu ini termasuk 25 jenis satwa prioritas untuk upaya konservasi oleh Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian LHK sejak tahun 2015.

"Surili juga merupakan satwa khas (endemik) Jawa Barat," katanya.

Dengan alasan itu pula, lokasi PRS pun ditempatkan di area operasi Pertagas yang berada di wilayah Jawa Barat.

Alasan lain, menurut Hendra, sejak tahun 2014, Badan Dunia untuk Perlindungan Alam atau IUCN (International Union for Conservation of Nature) pun telah memasukkan Surili dalam dafar satwa katagori terancam punah (endangered) karena populasinya di habitat alam terus berkurang.

"Menurut hasil kajian lapangan yang dipublish IUCN tahun 1999, populasi alami Surili perkirakan tidak lebih dari 2.500 ekor," cetusnya.

Masih menurut Hendra, pihaknya akan segera membangun PRS dan diharapkan bisa rampung di pertengahan tahun ini juga.

"Setelah itu akan langsung difungsikan untuk menampung satwa sebelum nantinya dilepasliarkan," ujarnya.

Rencananya, selain Surili, terdapat 2 satwa lainnya dari kelompok Primata Endemik Jawa Barat yang bisa tinggal sementara di PRS tersebut, yakni Lutung Jawa dan Owa Jawa.

Nantinya PRS tersebut akan menampung dan merehabilitasi satwa Primata dari hasil penyitaan oleh BBKSDA Jawa Barat, atau BKSDA lainnya di Indonesia yang mempunyai sitaan jenis-jenis primata tersebut dan juga dari penyerahan sukarela oleh masyarakat yang memelihara.

Menyambut baik

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Pertagas Bangun Pusat Rehabilitasi Satwa Primata Endemik Jabar
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat