Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pamit Bunuh Biawak, Petani Bone Tenggak Racun hingga Tewas

Kompas.com, 30 Maret 2016, 20:00 WIB
Abdul Haq

Penulis

BONE, KOMPAS.com - Seorang petani di Dusun Cadea, Desa Tellongeng, Kecamatan Mare, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, ditemukan tewas di kebunnya setelah menenggak racun, Rabu (30/03/2016).

Sebelumnya, korban memang mencari racun di rumahnya dengan alasan untuk membunuh biawak yang kerap memangsa ayam ternak di kebunnya.

Ambo Lau (40) ditemukan tewas pada pukul 14.30 Wita oleh salah seorang petani lainnya, Surdi (50). Saat ditemukan, korban telah terkapar di pagar kebunnya dengan kondisi mulut berbusa.

Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi dan menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga mengamankan satu botol racun jenis Fordan di sekitar jasad korban.

"Kebunku bersebelahan dengan kebunnya, dan saya kaget lihat dia tidur di tanah ternyata sudah meninggal," kata Suardi.

Jasad Ambo kemudian dibawa ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) setempat. Setelah itu, jasad Ambo dibawa ke rumah duka lantaran pihak keluarga menolak untuk otopsi.

Polisi sendiri yang dikonfirmasi terkait peristiwa ini hanya membenarkan dan mengaku telah menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga setelah mendapatkan surat penolakan otopsi.

Polisi menduga Ambo murni bunuh diri lantaran tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya.

"Dugaan sementara murni bunuh diri dan keluarga menolak otopsi. Penyebabnya sendiri belum kami ketahui. Hanya saja, sebelum ke kebun, korban memang pamit dan cari racun dengan alasan mau racuni biawak di kebunnya," jelas AKP Suardi Sukardi, kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Mare.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Pamit Bunuh Biawak, Petani Bone Tenggak Racun hingga Tewas
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat