SIDOARJO, KOMPAS.com - Antrean kendaraan hampir terjadi di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Sidoarjo, Jawa Timur, menyusul beredarnya isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 April esok.
Kondisi ini memicu lonjakan pembelian oleh masyarakat yang ingin mengisi bahan bakar sebelum harga berubah.
Salah satunya terjadi di SPBU 54.612.55, yang berada di Jalan Raya Tropodo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.
Sejak sore, antrean kendaraan roda dua dan roda empat terlihat memadati SPBU yang berada di jalur menuju Bandara Internasional Juanda ini, hingga menyebabkan kemacetan.
Salah satu pengendara, Dhimas Syaputra, warga Waru, mengaku sengaja mengisi penuh tanki kendaraannya setelah mengetahui tentang rencana kenaikan harga BBM dari media sosial.
Baca juga: Isu Harga BBM Naik, Antrean di SPBU Bangkalan Mengular 300 Meter, Warga Bawa Jeriken
"Antre hampir satu jam. Daripada nanti harganya naik, saya isi penuh sekarang. Antre juga tidak apa-apa, yang penting sudah aman," ujar Andi, Selasa (31/03/2026).
Berbeda halnya dengan Teddy, warga Sedati, meski ia telah mengetahui jika Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan jika BBM bersubsidi dan non subsidi belum akan dilakukan kenaikan, namun dia terpaksa harus rela mengantre.
"Mau gimana lagi, hampir semua SBPU penuh. Motor saya sudah kehabisan bahan bakar. Mau tidak saya isi, besok saya tidak bisa berangkat kerja, kan ya repot kalau kayak begini," kata dia.
Sebelumnya, beredar sebuah infografik yang menyebutkan, harga minyak mentah global berada di kisaran 100 dollar AS per barel.
Baca juga: Antrean Kendaraan Mengular di SPBU Dago Bandung, Beli BBM Memakan Waktu 20 Menit
Di sisi lain, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diperkirakan mendekati batas tiga persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Hal ini memicu kenaikan harga BBM, dimana untuk harga Pertalite, diperkirakan naik dari Rp 10.000 menjadi Rp 14.000 per liter.
Sementara itu, Bio Solar naik dari Rp 6.800 menjadi Rp 9.500 per liter, dan Pertamax mengalami kenaikan dari Rp 13.000 menjadi Rp 16.500 per liternya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang