Penulis

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.
KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia dicatut namanya dalam unggahan dengan narasi hoaks di media sosial pada akhir Maret 2026.
Narasinya menyebutkan, Bahlil menyalahkan rakyat yang tidak hemat listrik sebagai penyebab PLN merugi.
Simak penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com berikut untuk mengetahui kebenarannya.
Unggahan memuat pernyataan Bahlil mengenai PLN merugi karena rakyat tidak hemat listrik disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun, Senin (30/3/2026):
Menteri ESDM BAHLIL: PLN MERUGI Karena Masyarakat Tak Bisa Belajar Hemat Listrik
Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, Senin (30/3/2026), memuat pernyataan Bahlil mengenai PLN merugi karena rakyat tidak hemat listrik.Tidak ditemukan jajak digital pernyataan Bahlil mengenai kerugian PLN akibat rakyat tidak hemat listrik. Baik dalam bentuk siaran pers maupun pemberitaan di media massa.
Tahun lalu, Bahlil memang pernah menyinggung mengenai kerugian PLN, tetapi bukan karena rakyat yang boros.
Bahlil mengungkapkan salah satu faktor PLN merugi adalah pembangunan pembangkit listrik tanpa adanya jaringan baru.
"Jangan sampai PLTU ini dibangun, jaringannya enggak akan sinkron dengan perencanaan. Ke depan tidak ada lagi seperti itu," kata Bahlil dikutip dari RRI, 25 Januari 2025.
Kemudian, terkait isu PLN merugi kemungkinan merupakan respons atas pernyataan Direktur Keuangan PLN Sinthya Roesly.
Sebagaimana diberitakan Kompas.com, Sinthya mengungkapkan, pendapatan PLN berpotensi turun Rp 5 triliun setiap bulannya dari program diskon tarif listrik yang akan berlangsung selama dua bulan itu.
Namun, turunnya pendapatan bukan berarti perusahaan BUMN tersebut merugi.
Chief Executive Officer Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Roeslani membantah narasi PLN merugi.
"PLN ini sebetulnya sih tidak merugi. Karena ada kontribusi juga dari segi dividen-nya itu ada. Jadi, tidak merugi," ujar Rosan dalam acara Meet the Leaders yang digelar Universitas Paramadina, Jakarta pada 13 Juni 2025.
PLN merupakan salah satu perusahaan BUMN yang tidak hanya berperan mencari keuntungan, tetapi juga melakukan pembangunan infrastruktur listrik sampai ke pelosok daerah.
Rosan meyakini, PLN dapat berkembang dengan efisien, produktif, dengan manajemen yang baik karena sumber listrik di masa depan adalah energi baru terbarukan (EBT).
Unggahan memuat pernyataan Bahlil mengenai PLN merugi karena rakyat tidak hemat listrik merupakan hoaks.
Tidak ditemukan jejak digital pernyataan Bahlil semacam itu. Ia sempat menyinggung kerugian akibat pembangunan pembangkit listrik tanpa adanya jaringan baru.
PLN memang mengalami penurunan pendapatan karena diskon tarif listrik, tetapi bukan berarti merugi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang