Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

20 Jurusan Terketat SNBP 2026, Pertambangan ITB Kini Nomor 1

KOMPAS.com - Daftar jurusan terketat SNBP 2026 (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi) mengalami perubahan yang signifikan dari tahun lalu. 

Tahun ini ada beberapa jurusan yang baru masuk dalam daftar jurusan terketat. Menariknya, posisi pertama tahun lalu diisi Jurusan Ilmu Komunikasi dari bidang soshum, kini diisi bidang saintek pada urutan pertama.

Tetapi jurusan ini bukanlah Jurusan Kedokteran.

Ketua Tim SNPMB Prof Eduart Wolok mengatakan, pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 memiliki kenaikan jumlah pendaftar.

"Jumlah siswa pendaftar, ada 806.242, dengan daya tampung PTN akademik saja 162.116 dan PTN vokasi sebanyak " ujar Prof Wolok saat hadir di konferensi pers pengumuman SNBP dan KIP Kuliah tahun 2026 dari tayangan live Youtube SNPMB ID pada Selasa (31/3/2026).

Sementara hasil dalam jurusan terketat SNBP 2026 ini, ia mengatakan bahwa Jurusan Bidang Teknik, Kesehatan, dan Hukum menjadi terpopuler di PTN Akademik.

20 Jurusan Terketat di SNBP 2026

"Dari 10 jurusan ini, didominasi PTN Pulau Jawa," ujarnya.

Sementara ITB menduduki posisi pertama. Dengan jurusan terketat nomor 1 ialalah Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan.

Jurusan lain ialah Jurusan Kedokteran dari 3 PTN berbeda dan ada Jurusan Hukum dari dua PTN berbeda.

1. Fakultas Teknik Pertambangan dan perminyakan - Institut Teknologi Bandung

  • Pendaftar SNBP: 2.002
  • Diterima: 95

2. Pendidikan Dokter - Universitas Indonesia

3. Kedokteran - Universitas Gadjah Mada

  • Pendaftar SNBP: 1.899
  • Diterima: 53

4. Sekolah Teknik Elektro Dan Informatika - Komputasi (STEI-K) Institut Teknologi Bandung

  • Pendaftar SNBP: 1.847
  • Diterima: 52

5. Fakultas Teknik Mesin Dan Dirgantara (FTMD) - Institut Teknologi Bandung

  • Pendaftar SNBP: 1.621
  • Diterima: 76

6. Farmasi - Universitas Padjadjaran

7. Ilmu Keperawatan - Universitas Padjadjaran

  • Pendaftar SNBP: 1.603
  • Diterima: 58

8. Kedokteran - Universitas Airlangga

  • Pendaftar SNBP: 1.546
  • Diterima: 63

9. Ilmu Hukum - Universitas Diponegoro

  • Pendaftar SNBP: 1.530
  • Diterima: 184

10. Ilmu Hukum - Universitas Indonesia

"Sementara jurusan yang terfavorit, ada teknik keselamatan dan kesehatan kerja menjadi yang pertama," kata Prof Wolok.

1. Teknik Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

  • Pendaftar SNBP: 599
  • Diterima: 94

2. Teknik Informatika - Politeknik Negeri Jakarta

  • Pendaftar SNBP: 527
  • Diterima: 18

3. Administrasi Bisnis Terapan - Politeknik Negeri Jakarta

  • Pendaftar SNBP: 492
  • Diterima: 18

4. Administrasi Bisnis Terapan --Politeknik Negeri Batam

  • Pendaftar SNBP: 480
  • Diterima: 30

5. Teknik Informatika - Politeknik Negeri Bandung

  • Pendaftar SNBP: 474
  • Diterima: 25

6. Akuntansi Keuangan - Politeknik Negeri Jakarta

  • Pendaftar SNBP: 380
  • Diterima: 12

7. Logistik Perdagangan Internasional - Politeknik Negeri Batam

  • Pendaftar SNBP: 375
  • Diterima: 30

8. Perkeretaapian - Politeknik Negeri Madiun

9. Teknik Elektronika - Politeknik Negeri Bandung

  • Pendaftar SNBP: 315
  • Diterima: 20

10. Administrasi Bisnis - Politeknik Negeri Bandung

  • Pendaftar SNBP: 308
  • Diterima: 13

Demikian informasi mengenai jurusan terketat SNBP 2026. Ada jurusan pilihanmu?

https://www.kompas.com/edu/read/2026/03/31/111515771/20-jurusan-terketat-snbp-2026-pertambangan-itb-kini-nomor-1

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com