Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Porsi Isu Pendidikan Masih Kurang Diberitakan Media Massa

Kompas.com, 28 September 2021, 15:15 WIB
Dian Ihsan

Penulis

KOMPAS.com - Wartawan Senior, Haryo Prasetyo mengungkapkan, porsi isu pendidikan masih kurang diberitakan oleh media massa hingga saat ini.

Justru, pemberitaan media massa banyak diisi isu politik, ekonomi maupun olahraga.

Baca juga: Dunia Pers Berperan Penting dalam Perkembangan Pendidikan

"Selama bertahun-tahun menemukan fakta, isu-isu yang mendapat arus paling utama bukan isu pendidikan. Isu pendidikan kurang dibanding politik, ekonomi, dan olahraga," ungkap dia saat kegiatan Fellowship Journalisme Pendidikan Gelombang 3, seperti diberitakan Selasa (28/9/2021).

Dia mengaku, porsi isu pemberitaan pendidikan di media cetak harus berbagi dengan informasi kota, nusantara hingga internasional.

Sedangkan isu berita politik, ekonomi, dan olahraga menempati halaman-halaman utama di media cetak.

"Di media online dan televisi, pemberitaan isu pendidikan belum mendapatkan tempat. Kejadian ini sudah lama terjadi sampai saat ini," tegas dia.

Dia bercerita terkait pengalamannya saat mengelola media cetak, bahwa porsi isu pendidikan harus bersaing ketat di halaman pertama.

Sedangkan isu pemberitaan ekonomi dan politik memiliki porsi yang besar di halaman utama media cetak.

Baca juga: Ini 5 Kebiasaan Siswa Sukses yang Patut Dicontoh

"Harus diakui memang dalam kaidah jurnalistik memang news value isu pendidikan ini memang kalah," ucap dia.

Maka dari itu, wartawan pendidikan saat ini harus menjalankan planning, getting, dan processing dalam menentukan isu pendidikan.

"Itu bertujuan, agar porsi isu pendidikan bisa masuk di halaman pertama media cetak," tutur dia.

Peran pers berperan besar bagi dunia pendidikan

Wartawan senior, Mohammad Nasir memandang dunia pers berperan penting dalam membangun pendidikan yang berkualitas.

"Lewat penyebaran informasi dari berbagai arah dalam dunia pendidikan, memberi penerangan informasi yang baik, dorongan semangat, dan kritik yang membangun, bisa menjadikan pendidikan yang berkualitas," ucap dia.

Nasir mengatakan, media massa akan menjadi sarana penyampaian informasi berbagai hal terkait pendidikan.

Selain itu, media massa bisa menjadi perkembangan dan kebudayaan global ke Indonesia, serta mempengaruhi semua peserta didik di jenjang pendidikan.

Baca juga: Dunia Pendidikan Bangun Kehidupan Bangsa

"Ketika ingin meraih eksistensi, kita sebagai wartawan pendidikan, tulis berita tentang pendidikan sebanyak mungkin, baik berita langsung, feature hingga yang mendalam," tukas dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau