Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sekolah Luar Biasa di Inggris Lebihi Kapasitas, Ribuan Siswa Terancam Kehilangan Tempat

Kompas.com, 31 Maret 2025, 20:05 WIB
Yovie Given Nata Widjaja,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Ribuan siswa dengan kebutuhan khusus di Inggris menghadapi tantangan besar dalam mendapatkan pendidikan yang layak.

Dilansir dari BBC, data terbaru dari Departemen Pendidikan Inggris (DfE) menunjukkan bahwa jumlah siswa sekolah menengah di sekolah khusus melebihi kapasitas yang tersedia sebanyak 8.000 siswa pada tahun lalu.

Angka ini meningkat 25 persen hanya dalam kurun waktu satu tahun. Sekitar dua pertiga sekolah khusus sudah penuh atau kelebihan murid pada tahun 2023-2024, meskipun sudah ada penambahan 5.000 tempat baru.

Fenomena ini memicu kekhawatiran besar terhadap masa depan pendidikan anak-anak dengan kebutuhan khusus di Inggris.

Baca juga: Donald Trump Resmi Bubarkan Departemen Pendidikan AS

Tambah 10.000 tempat baru bagi siswa berkebutuhan khusus

Pemerintah Inggris mengungkapkan rencana investasi yang telah diumumkan pada Desember lalu sebesar £740 juta, akan digunakan untuk menambah 10.000 tempat baru bagi siswa berkebutuhan pendidikan khusus dan disabilitas (SEND) di sekolah-sekolah umum.

Menteri Pendidikan Bridget Phillipson menyatakan bahwa investasi ini merupakan langkah krusial dalam mengurangi kesenjangan dalam layanan bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus.

“Investasi ini merupakan langkah besar dalam menyediakan bukan hanya cukup tempat sekolah, tetapi juga tempat yang tepat, guna mendukung semua anak, terutama mereka dengan kebutuhan khusus,” kata Phillipson seperti dikutip BBC, Senin (31/3/2025).

Saat ini, diperkirakan ada 1,7 juta anak usia sekolah dengan kebutuhan pendidikan khusus dan disabilitas di Inggris.

Sebagian dari mereka berhak mendapatkan dukungan tambahan melalui Education, Health, and Care Plan (EHCP), yang memungkinkan mereka bersekolah di institusi khusus.

Baca juga: Kampus di Inggris Alami Penurunan Mahasiswa Baru hingga PHK Karyawan

Namun, jumlah siswa dengan bantuan EHCP yang membutuhkan sekolah khusus diperkirakan akan meningkat secara drastis.

Pemerintah daerah di Inggris juga memperkirakan angka siswa yang membutuhkan bantuan EHCP akan bertambah sebanyak 44.000 dalam tiga tahun ke depan, dari 229.000 siswa pada 2024-2025 menjadi 273.000 pada 2028-2029.

Masalah ini mendapat sorotan tajam dari Public Accounts Committee (PAC), yang dalam laporan terbarunya menyebut sistem pendidikan khusus di Inggris sedang berada dalam "kekacauan.”

Laporan tersebut menyoroti masalah birokrasi yang berbelit-belit, kurangnya pendanaan, serta ketidakefisienan dalam alokasi anggaran.

PAC bahkan memperingatkan bahwa 40 persen pemerintah daerah berisiko mengalami kebangkrutan tahun depan jika tidak ada perubahan.

Baca juga: Kisah Rocky, Punya Kafe yang Karyawannya Penyandang Down Syndrome

Pemerintah Inggris kini berusaha membuat sekolah umum lebih mampu menangani siswa berkebutuhan khusus.

Namun, menurut data Departemen Pendidikan Inggris, belum sampai 10 persen sekolah umum yang memiliki unit atau fasilitas khusus untuk siswa-siswa ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau