KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menargetkan ada 30 sekolah yang terpilih menjadi SMA Unggul Garuda Transformasi pada 2026.
"Tahun ini rencana ada insyaallah \30 Sekolah Garuda Transformasi lagi yang akan kita masukkan menjadi bagian dari pada ekosistem Sekolah Garuda," kata Dirjen Saintek Kemdiktisaintek, Ahmad Najib Burhani saat Launching dan Sosialisasi Pemilihan SMA Unggul Garuda Transformasi 2026, Kamis (23/3) melalui siaran di YouTube Kemdiktisaintek.
Menurut Najib, sekolah yang kelak resmi mengikuti program SMA Unggul Garuda Transformasi tidak akan berubah status pada kementerian yang mewadahi.
"SMA dan MA yang akan masuk dalam sekolah Garuda yang terpilih nanti sebetulnya tidak ada perubahan status dalam kaitannya dengan kementerian yang menaunginya. Yang di Kemdikdasmen tetap di Kemdikdasmen, yang Kemenag tetap di Kemenag," ujar Najib.
Jika terpilih, sekolah akan mendapatkan beberapa elemen pengayaan.
"Di antaranya adalah SAT, IELTS, pembinaan kepada counselor, kemudian ada pembinaan untuk persiapan pendaftaran untuk masuk ke perguruan tinggi terbaik di dunia serta beberapa program yang lain untuk ke sekolah Garuda Transformasi," tutur Najib.
Baca juga: Pemerintah Jemput Bola Calon Peraih Nobel di Indonesia lewat Sekolah Garuda
Ia menyatakan ada enam perguruan tinggi yang melakukan program pengayaan yaitu, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Indonesia (UI), Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), Universitas Padjajaran (Unpad), ITB, dan IPB University.
Selain itu ada program pengimbasan yang telah dilakukan untuk 680 SMA dan MA yang mendapatmanfaat pengimbasan dari program sekolah Garuda ini.
Najib berharap pada tahun 2026 ini ada banyak SMA atau MA yang mendaftar dalam Pemilihan SMA Unggul Transformasi.
Ia menyebut tahun lalu ada 400 sekolah yang mendaftar lalu sesudah seleksi terpilih 12 sekolah yang akan menjadi SMA Unggul Garuda Transformasi.
"Semoga tahun ini kita akan melakukan program yang lebih banyak dan kemudian ada manfaat yang lebih besar kepada MA/SMA yang ada di sekitarnya dan perguruan tinggi yang kemudian terlibat juga lebih banyak sehingga manfaat daripada ekosistem sekolah Garuda ini menjadi lebih besar bagi masyarakat Indonesia dalam kaitannya peningkatan talenta-talenta unggul bangsa untuk menuju Indonesia Emas 2045," pungkasnya.
Baca juga: Beasiswa S2 bagi Kepala Sekolah dan Guru Sekolah Garuda, Cek Syaratnya
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang