Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemdiktisaintek Targetkan 30 Sekolah Jadi SMA Unggul Garuda Transformasi

Kompas.com, 27 Maret 2026, 13:55 WIB
Melvina Tionardus,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menargetkan ada 30 sekolah yang terpilih menjadi SMA Unggul Garuda Transformasi pada 2026.

"Tahun ini rencana ada insyaallah \30 Sekolah Garuda Transformasi lagi yang akan kita masukkan menjadi bagian dari pada ekosistem Sekolah Garuda," kata Dirjen Saintek Kemdiktisaintek, Ahmad Najib Burhani saat Launching dan Sosialisasi Pemilihan SMA Unggul Garuda Transformasi 2026, Kamis (23/3) melalui siaran di YouTube Kemdiktisaintek.

Menurut Najib, sekolah yang kelak resmi mengikuti program SMA Unggul Garuda Transformasi tidak akan berubah status pada kementerian yang mewadahi.

"SMA dan MA yang akan masuk dalam sekolah Garuda yang terpilih nanti sebetulnya tidak ada perubahan status dalam kaitannya dengan kementerian yang menaunginya. Yang di Kemdikdasmen tetap di Kemdikdasmen, yang Kemenag tetap di Kemenag," ujar Najib.

Jika terpilih, sekolah akan mendapatkan beberapa elemen pengayaan.

"Di antaranya adalah SAT, IELTS, pembinaan kepada counselor, kemudian ada pembinaan untuk persiapan pendaftaran untuk masuk ke perguruan tinggi terbaik di dunia serta beberapa program yang lain untuk ke sekolah Garuda Transformasi," tutur Najib.

Baca juga: Pemerintah Jemput Bola Calon Peraih Nobel di Indonesia lewat Sekolah Garuda

Ia menyatakan ada enam perguruan tinggi yang melakukan program pengayaan yaitu, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Indonesia (UI), Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), Universitas Padjajaran (Unpad), ITB, dan IPB University.

Selain itu ada program pengimbasan yang telah dilakukan untuk 680 SMA dan MA yang mendapatmanfaat pengimbasan dari program sekolah Garuda ini.

Najib berharap pada tahun 2026 ini ada banyak SMA atau MA yang mendaftar dalam Pemilihan SMA Unggul Transformasi.

Ia menyebut tahun lalu ada 400 sekolah yang mendaftar lalu sesudah seleksi terpilih 12 sekolah yang akan menjadi SMA Unggul Garuda Transformasi.

"Semoga tahun ini kita akan melakukan program yang lebih banyak dan kemudian ada manfaat yang lebih besar kepada MA/SMA yang ada di sekitarnya dan perguruan tinggi yang kemudian terlibat juga lebih banyak sehingga manfaat daripada ekosistem sekolah Garuda ini menjadi lebih besar bagi masyarakat Indonesia dalam kaitannya peningkatan talenta-talenta unggul bangsa untuk menuju Indonesia Emas 2045," pungkasnya.

Baca juga: Beasiswa S2 bagi Kepala Sekolah dan Guru Sekolah Garuda, Cek Syaratnya

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau