Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Cara Hilangkan Bau Daging di Talenan Kayu, Bisa Pakai Garam Kasar

Kompas.com, 22 Juli 2021, 12:03 WIB
Lea Lyliana

Penulis

KOMPAS.com - Salah satu hal menyebalkan saat mengolah daging kurban ialah baunya yang mengganggu. 

Selain menyebar ke seluruh ruangan, bau daging kurban juga tertinggal di peralatan masak. Salah satunya ialah talenan. 

Cara membersihkan talenan yang bau daging kurban gampang-gampang susah. Terlebih jika kamu memotongnya menggunakan talenan kayu.

Baca juga: 3 Cara Pilih Talenan yang Awet dan Sesuai Kebutuhan

Berikut ini ada cara menghilangkan bau daging di talenan kayu yang mudah dipraktikkan. Beberapa caranya menggunakan bahan alami yang ada di dapur. 

1. Cuci dengan air panas

Mengutip dari buku "SajianKu VOL 8/I/2013 Dadar Tahu Pizza" oleh Team Dapur Lezat terbitan Mediantara Infopersada, talenan kayu bekas memotong daging harus segera dibersihkan setelah dipakai. 

Baca juga: Cara Bersihkan Talenan Kayu dan Plastik yang Benar

Cara membersihkanya yakni dengan mencucinya di air panas agar sisa potongan dagingnya terangkat. Kemudian, cuci kembali dengan sabun lalu bilas dan tiriskan. 

Sebelum disimpan kembali, pastikan talenan sudah benar-benar kering agar tidak berjamur.

Ilustrasi membersihkan talenan plastik. Dok. The Kitchn Ilustrasi membersihkan talenan plastik.

2. Gosok dengan garam 

Jika baunya masih belum hilang, kamu dapat menggosok talenan kayu dengan garam meja.

Caranya, gosok garam pada lapisan talenan dan diamkan semalaman. Kemudian, gosok dengan lap dapur dan bilas hingga bersih.

Baca juga: 6 Fungsi Garam Pada Masakan, Bukan Sekadar Bikin Asin

Penggunaan garam dapat membantu proses pengelupasan sisa kotoran yang menempel. Dengan demikian, bau amis pada talenan pun ikut hilang. 

3. Gunakan campuran garam dan lemon

Jika penggunaan garam saja dirasa tidak cukup, maka kamu dapat mencampurnya dengan lemon.

Kedua bahan ini bisa menghilangkan bau di talenan kayu walau tak didiamkan semalaman.

Baca juga: 3 Cara Potong Daging Sapi yang Benar agar Empuk

Langkah membersihkannya cukup simpel dan praktis. Kamu hanya perlu menaburi garam kasar di permukaan talenan lalu gosok menggunakan lemon yang sudah dipotong. 

Saat menggosok, lemon bisa sambil diperas agar keluar airnya. Kemudian, diamkan selama lima menit lalu gosok sikat pencuci piring.

Jika dirasa sudah bersih dan tidak bau, talenan dapat lansgung dibilas dengan dengan air bersih dan lap menggunakan spons basah.


Selanjutnya, tiriskan lalu keringkan agar tidak berjamur saat disimpan. 

Baca juga: Cara Hilangkan Bau Amis Ikan dari Tangan dan Talenan, Ikuti Langkah Ini 

4. Bersihkan dengan baking soda 

ilustrasi daging mentah yang sedang dipotong. SHUTTERSTOCK/ESB Professional ilustrasi daging mentah yang sedang dipotong.

Cara menghilangkan bau daging di talenan juga dapat dilakukan dengan mengoleskan pasta baking soda, seperti dikutip dari The Kitchn

Untuk menggunakannya, cukup gosok talenan kayu menggunakan pasta baking soda selama satu menit. Kemudian, cuci lalu bilas seperti biasa. 

Buku "SajianKu VOL 8/I/2013 Dadar Tahu Pizza" oleh Team Dapur Lezat terbitan Mediantara Infopersada dapat dibeli online di Gramedia.com

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau