Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 15 Februari 2022, 10:07 WIB
Alma Erin Mentari

Penulis

KOMPAS.com - Petis merupakan salah satu bumbu masakan khas Indonesia yang banyak digunakan untuk membuat makanan khas Jawa Timur.

Menu makanan khas Jawa Timur berbumbu petis, di antaranya, ada tahu campur lamongan, tahu tek surabaya, dan lontong kupang khas Surabaya.

Baca juga:

Selain makanan berbumbu petis yang beraneka macam, petis juga ada banyak variasinya. Misalnya saja, petis khas Surabaya dan petis khas Madura.

Kalau kamu sedag berkunjung di salah satu toko oleh-oleh khas Surabaya dan menemui kedua petis tersebut. Kenali perbedaannya agar tidak salah pilih, dari bahan membuat hingga cara menggunakannya.

Apa bedanya petis surabaya dan petis madura?

Ilustrasi tahu petis udang.DOK.SHUTTERSTOCK/Cornelius Krishna Tedjo Ilustrasi tahu petis udang.

Dihubungi oleh Kompas.com pada Rabu (09/02/2022), Faizul Mubarok selaku pemilik usaha Petis Maju Tresno di Gresik mengatakan kalau petis surabaya terbuat dari sari udang sementara petis madura terbuat dari sari ikan.

“Kalau surabaya itu petis udang ya, terbuat dari sari udang. Tapi kalau petis madura itu dari sari ikan.” tuturnya.

Kendati demikian, ada juga petis surabaya yang terbuat dari sari ikan yang dimasak dengan gula hingga menghitam. Ditambahkan pula dengan bumbu lainnya. 

Sementara petis madrua juga bisa dibuat dari sari ikan seperti ikan pindang atau pun udang. Hanya saja, ikan atau udang tersebut direbus hingga keluar kaldunya. Setelah itu, kaldu dimasak dengan garam hingga mengental. 

Baca juga:

“Kalau petis udang itu warnanya hitam tapi kalau petis madura itu punya warna agak merah.” katanya.

Tekstur dari petis surabaya yang terbuat dari sari udang seperti pasta. Sementara itu, petis madura yang terbuat dari sari ikan mirip dengan saus karamel atau gula yang dilelehkan.

Selain itu, rasa dari petis surabaya dan petis madura juga berbeda. Petis udang surabaya lebih cenderung manis karena penggunaan gula merah atau gula pasir untuk membuatnya.

Sementara itu, petis madura memiliki rasa asin dan aroma khas ikan yang membuatnya sering digunakan sebagai rujak buah atau rujak lontong.

Baca juga:

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Foodplace (@my.foodplace)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau