Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 16 Februari 2022, 10:07 WIB
Alma Erin Mentari

Penulis

KOMPAS.com - Petis merupakan bahan bumbu masakan yang banyak digunakan di daerah Jawa Timur, terutama di Surabaya.

Makanan khas Surabaya dengan bumbu petis, di antaranya ada tahu tek, lontong balap, dan rujak tolet. Menu masakan terasa sedap dan nikmat dengan penggunaan petis sebagai bumbunya.

Baca juga:

Biasanya, petis dicampurkan dengan cara diulek bersama bawang putih goreng dan cabai.

Mengetahui seputar petis lebih jauh, apakah petis aman dikonsumsi oleh ibu hamil? Simak penjelasannya berikut ini.

Ilustrasi sambal petis.DOK.SAJIANSEDAP Ilustrasi sambal petis.

Apakah Ibu Hamil Boleh Konsumsi Petis?

Melalui wawancara dalam sambungan telepon, Dr.Laili Rahmawati,STP.,MMA. di UPT Laboratorium Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menjelaskan seputar apakah ibu hamil boleh konsumsi petis.

“Mungkin ini lebih ke ibu hamil muda yang biasanya kepingin makan rujak. Sebetulnya kalau petisnya itu bagus dalam hal bahan yang digunakan berkualitas, kemudian petis tersebut melalui proses fermentasi yang maksimal dan tanpa pengawet atau zat sodium. Maka petis aman dikonsumsi ibu hamil.” Tuturnya kepada Kompas.com pada Jumat (11/02/2022).

Baca juga:

Menurut Laili, petis yang berkualitas aman dikonsumsi ibu hamil. Hanya saja, petis tidak dikonsumsi sendirian dalam artian diolah dengan bahan lainnya menjadi suatu masakan.

Misalnya saja, rujak tolet atau rujak dengan potongan buah segar yang disajikan bersama petis berbumbu pedas.

Proses pembuatan petis yang masih tradisional di usaha Petis Maju Tresno, Gresik.DOK. PETIS MAJU TRESNO Proses pembuatan petis yang masih tradisional di usaha Petis Maju Tresno, Gresik.

“Tapi kalau ibu hamil tersebut memang suka buah, perlu dipastikan lagi buahnya harus dicuci bersih, cobek yang digunakan juga bersih agar tidak terkontaminasi bakteri sehingga bisa membuat ibu hamil mules.” Katanya.

“Apalagi kalau rujaknya itu pedas dan bikin ibu hamil jadi mules atau diare, nah itu yang menjadi masalah. Sebenarnya petisnya itu tidak masalah, mau dibuat rujak, tahu, tek, atau tahu petis itu tidak masalah.” Ungkapnya.

Baca juga:

Walau konsumsi petis untuk ibu hamil tidak ada masalah, hanya saja Laili mengingatkan seputar hygiene sanitasi dan tingkat kepedasan dari masakan dengan petis.

“Lantas, apakah ibu hamil tidak boleh pedas. Boleh saja, hanya jangan sampai ibu hamil tersebut mules atau diare yang bisa membahayakan kandungannya.” Imbuhnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Foodplace (@my.foodplace)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau