Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Cara Membersihkan Talenan Kayu, Bisa Pakai Sabun

Kompas.com, 20 Februari 2024, 10:41 WIB
Ni Nyoman Wira Widyanti

Penulis

KOMPAS.com - Talenan kayu sebaiknya dibersihkan secara rutin, apalagi jika kamu sering memakainya untuk memasak. 

Saat memotong bahan-bahan di talenan, partikel-partikel kecil dari bahan tersebut akan tertinggal, bersamaan dengan cairan yang dihasilkan dari proses memotong, dikutip dari The Spruce Eats, Selasa (20/2/2024).

Baca juga: Studi Penggunaan Talenan Plastik Buat Makanan Terpapar Mikroplastik

Membersihkan talenan kayu bertujuan agar partikel dan cairan tersebut tidak bercampur dengan bahan-bahan lainnya. 

Daging dan unggas pun bisa meninggalkan bakteri ke talenan. Membersihkan talenan bertujuan agar bakteri tersebut tidak mengontaminasi bahan-bahan lainnya.

Tidak hanya itu, membersihkan talenan dapat memperpanjang umur talenan, sekaligus mencegah adanya bau dan noda. 

Untuk talenan kayu, sebaiknya kamu membersihkannya tiap kamu selesai menggunakannya. Berikut beberapa caranya.

Cara membersihkan talenan kayu

1. Cuci dengan sabun cuci piring

Ilustrasi talenan kayu.Dok. Unsplash/Igor Miske Ilustrasi talenan kayu.

Cucilah talenan kayu dengan tangan, bukannya merendamnya di wastafel penuh air. Hal ini bisa menyebabkan talenan retak atau melengkung.

Jika kamu tidak sempat membersihkan talenan kayu setelah memakainya, taruh benda tersebut di meja sementara sampai kamu bisa membersihkannya.

Dilansir dari NY Times, kamu bisa menggunakan air panas yang sudah dicampur dengan sabun cuci piring untuk membersihkan talenan. Cobalah pakai sabun cuci piring yang tidak diberi pewangi (unscented). 

Rendamlah spons ke campuran air panas dan sabun cuci piring tersebut, lalu gosokkan spons perlahan ke permukaan talenan kayu.

Bersihkan kedua sisi talenan kayu, meskipun kamu hanya menggunakan salah satu sisinya. Langkah ini bertujuan mencegah munculnya jamur.

Bilas talenan kayu, lalu keringkanlah secara menyeluruh dengan tisu dapur atau handuk bersih. 

Berdirikan talenan kayu di meja dapur untuk mengeringkan sisa-sisa air yang masih ada, biarkan mengering sepenuhnya sebelum disimpan.

Baca juga:

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Foodplace (@my.foodplace)


2. Beri cuka

Ilustrasi talenan bambu.SHUTTERSTOCK/MIKHAIL AZAROV Ilustrasi talenan bambu.

Cuka atau vinegar bisa dipakai untuk menghilangkan bau bahan makanan yang tersisa di talenan, misalnya bawang merah dan bawang putih. 

Caranya, larutkan cuka putih dengan air dengan perbandingan yang sama, kemudian tempatkan ke botol semprot agar lebih mudah dipakai.

Semprotkan cairan tersebut ke talenan kayu, lalu biarkan mengering dengan sendirinya.

Baca juga:

3. Beri campuran lemon dan garam

Ilustrasi talenan kayu. FREEPIK/LIFEFORSTOCK Ilustrasi talenan kayu.

Cara lain untuk menghilangkan bau di talenan kayu adalah dengan mengoleskan campuran garam kosher dan air perasan lemon. 

Pertama-tama, taburi permukaan talenan kayu dengan garam kosher, lalu peras lemon ke atasnya. Gosokkan potongan lemon ke permukaan talenan kayu yang sudah dikenai garam kosher dan air perasan lemon.

Biarkan campuran tersebut mengering semalam, lalu bersihkan menggunakan spatula. 

Hal yang sama bisa dilakukan dengan campuran baking soda dan air. 

Baca juga: Apa Itu Garam Kosher? Erat Kaitan dengan Tradisi Makan Orang Yahudi

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Foodplace (@my.foodplace)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau