Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Cara Mematangkan Pisang, Salah Satunya Bungkus dengan Plastik

Kompas.com, 6 Desember 2024, 07:04 WIB
Nuril Laili Azizah

Penulis

Sumber ipusnas

KOMPAS.com - Buah pisang memiliki banyak jenisnya selain itu mudah didapat di pasar tradisional hingga swalayan.

Pisang juga dapat diolah menjadi berbagai hidangan penutup yang nikmat. Sebelum itu pastikan memilih pisang matang,

Namun jika terlanjur mendapatkan pisang mentah berikut ini terdapat cara untuk membuatnya masak lebih cepat.

Simak cara mematangkan pisang berikut, dikutip dari buku "Tips Membuat Olahan dan Pisang yang Mudah dan Praktis" (2023) karya Majella Setyawan terbitan Rumah Baca.

Baca juga: 3 Cara Seduh Kopi Simpel dan Nikmat ala Kafe, Saran dari Barista

1. Simpan pisang dalam kondisi menyatu

Mempercepat waktu buah pisang masak harus disimpan dalam suhu ruangan sekitar 15 sampai 18 derajat celcius.

Simpan sesisir pisang di suhu ruang, bisa diletakkan pada mangkuk buah agar gas etilena gabungan dari buah lainnya membantu pisang matang lebih merata dan cepat.

Periksa setiap hari supaya tingkat kematangan yang diinginkan sesuai.

Baca juga: 7 Cara Mencegah Mengantuk Setelah Makan, Pas untuk Pekerja Kantoran

2. Simpan dalam kantong kertas

Kantong kertas atau biasa dikenal dengan paper bag bekas belanja bisa dimanfaatkan untuk membungkus pisang. Bisa juga menggunakan kertas koran atau kertas lainnya.

Cara ini lebih efektif membantu mematangkan pisang tanpa karbit. Letakkan pisang pada kantong kertas dan tutup rapat selama semalaman.

Kantong kertas yang sudah ditutup dengan rapi bisa mendorong pisang untuk mengeluarkan gas etilena.

Baca juga: Cara Membuat Teh Tubruk Madu, Minuman Hangat Saat Hujan

3. Simpan bersama buah lain yang mengeluarkan gas etilena

Tidak hanya pisang, buah lain juga mengeluarkan gas etilena seperti apel. Letakkan pisang mentah pada kantong kertas, tambahkan beberapa buah apel dan tutup rapat.

Simpan pisang dan apel dalam kantong kertas selama beberapa hari. Bisa juga menggunakan buah pir, mangga, dan alpukat.

Pastikan tidak menyimpan buah pisang dalam suhu panas karena menyebabkan pisang menjadi lembek.

Baca juga: Bagaimana Cara Memanaskan Kembali Kentang Goreng? Ini 3 Tipsnya

4. Masukkan dalam oven

Apabila ingin segera mematangkan pisang secara cepat dan merata bisa memanaskannya di dalam oven.

Buah pisang yang dimasukkan ke dalam oven dengan suhu yang sedang bisa membantu proses mematangkan pisang mentah.

Biasanya kulit pisang akan berubah hitam jika sudah matang. Tetapi, pisang yang dimatangkan menggunakan oven mempunyai rasa berbeda dibandingkan pisang dengan proses pematangan alami.

Baca juga: 3 Cara Membuat Milk Brew Coffee di Rumah ala Barista Ryan Wibawa

5. Bungkus dengan aluminium foil

Bungkus buah pisang mentah dan matang dengan alumunium foil.

Cara tersebut mempercepat proses pemantangan buah pisang sebab adanya gas etilena yang bisa diproduksi oleh pisang matang sehingga menjadikan pisang mentah menjadi matang sempurna.

6. Bungkus menggunakan plastik

Bungkus pisang dengan plastik tertutup rapat kemudian simpan dalam suhu ruang hangat bisa membantu mematangkan pisang.

Pisang yang dibungkus plastik dapat matang sekitar dua sampai tiga hari.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Foodplace (@my.foodplace)


KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau