Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Awas, Nutrisi Sayur Bisa Hilang Jika Salah Cara Memasaknya

Kompas.com, 8 Februari 2025, 11:31 WIB
Anggara Wikan Prasetya

Penulis

KOMPAS.com - Merebus sayuran adalah salah satu metode memasak yang paling sering digunakan karena dianggap lebih sehat.

Namun, jika tidak dilakukan dengan benar, sayuran bisa menjadi terlalu lembek dan kehilangan nutrisinya.

Hal ini biasanya terjadi apabila sayur terlalu lama direbus, sehingga kandungan nutrisinya rusak karena paparan suhu panas dalam waktu lama.

Cara memasak sayur yang benar

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara merebus sayuran yang tepat agar tetap lezat dan bernutrisi.

Baca juga: Resep Sambal Goreng Krecek untuk Teman Makan Lontong Sayur

1. Persiapkan air dengan benar

Langkah pertama dalam merebus sayuran adalah menyiapkan air di dalam panci. Gunakan panci dengan ukuran yang sesuai dengan jumlah sayuran yang akan direbus.

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Foodplace (@my.foodplace)

Jika hanya sedikit, gunakan panci kecil agar panas lebih merata. Setelah itu, didihkan air sebelum memasukkan sayuran.

2. Masukkan sayuran saat air mendidih

Setelah air mendidih, masukkan sayuran yang telah dicuci dan dipotong sesuai kebutuhan. Menutup panci saat merebus dapat membantu sayuran matang lebih cepat dan merata.

3. Jangan rebus terlalu lama

Waktu perebusan tidak perlu lama, cukup 1 hingga 5 menit, atau hingga warna sayur berubah lebih cerah.

Baca juga: 7 Bahan Makanan yang Bisa Memicu Keracunan, Ada Daging dan Sayur

4. Teknik merebus dengan perendaman di air panas

Selain merebus langsung di atas api, Anda juga bisa menggunakan teknik perendaman. Caranya, tuangkan air mendidih ke dalam wadah, lalu masukkan sayuran ke dalamnya.

Ilustrasi merebus sayuran, air rebusan sayuran bisa bermanfaat untuk tanaman. Ilustrasi merebus sayuran, air rebusan sayuran bisa bermanfaat untuk tanaman.

Diamkan hingga matang tanpa perlu menggunakan kompor. Teknik ini bisa membantu menjaga tekstur dan kandungan gizi dalam sayuran.

5. Masukkan sayuran ke dalam air es

Setelah matang, segera pindahkan sayuran ke dalam air es. Teknik ini disebut blanching dan berfungsi untuk menghentikan proses pemasakan agar sayur tidak menjadi terlalu lembek.

Selain itu, cara ini juga membantu mempertahankan warna dan nutrisi sayuran. Biarkan selama beberapa menit sebelum ditiriskan.

Baca juga: Resep Bakwan Sayur, Sajikan dengan Cabai Rawit Hijau

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda bisa mendapatkan sayuran yang tetap segar, renyah, dan bernutrisi setelah direbus.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau