Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perbedaan Membersihkan Talenan Kayu dan Plastik agar Bersih dan Awet

Kompas.com, 1 Desember 2025, 10:55 WIB
Anggara Wikan Prasetya

Penulis

KOMPAS.com - Talenan adalah salah satu alat dapur yang paling sering digunakan. Mulai dari memotong sayuran, buah, hingga daging.

Sayangnya karena sering digunakan, talenan juga mudah menjadi tempat berkembangnya bakteri yang berpotensi menyebabkan kontaminasi silang.

Baik talenan kayu maupun plastik memiliki cara perawatan yang berbeda. Berikut panduan lengkap untuk membersihkan dan merawat talenan agar tetap bersih, aman, dan tahan lama.

1. Cara membersihkan talenan kayu

Talenan kayu populer karena tampilannya yang estetis dan daya tahannya yang baik. Selain digunakan sebagai alas potong, banyak orang juga memakainya sebagai alas saji. Namun, sifat alami kayu membuat proses perawatannya sedikit berbeda.

a. Setelah setiap pemakaian

Cuci talenan kayu hanya dengan tangan. Jangan memasukkannya ke dishwasher karena panas dan rendaman air terlalu lama dapat membuat kayu melengkung atau retak.

  • Gunakan air hangat, sabun cuci piring, dan spons lembut untuk membersihkannya.
  • Perhatikan bagian lekukan atau celah tempat sisa makanan bisa tersangkut.
  • Keringkan segera dengan lap kering. Jangan biarkan talenan kayu dalam keadaan basah terlalu lama agar serat kayunya tidak mengembang.

Baca juga: Ada Bahaya di Balik Mengiris Makanan di Talenan Plastik, Ini Penjelasan Ahli

b. Cara benar-benar membersihkan talenan kayu

Jika talenan mulai berbau asam atau terlihat kusam, lakukan pembersihan mendalam berikut:

  • Taburkan 1 cangkir baking powder merata di atas permukaan talenan.
  • Siram dengan 1 cangkir cuka putih hingga seluruh permukaan basah.
  • Diamkan selama beberapa menit. Reaksi kimia keduanya akan membantu mengangkat noda dan bau.
  • Bilas dengan air hangat hingga bersih.

c. Merawat talenan kayu dengan minyak

Untuk menjaga serat kayu tetap lentur dan mencegahnya menyerap air, oleskan food-grade mineral oil:

  • Aplikasikan minyak secara merata ke seluruh permukaan.
  • Diamkan semalaman agar minyak terserap sempurna.
  • Berdirikan talenan hingga benar-benar kering.

Pengolesan minyak rutin akan membantu talenan kayu lebih awet dan tidak mudah retak.

2. Cara membersihkan talenan plastik

Talenan plastik terkenal lebih murah dan disebut-sebut lebih higienis karena tidak memiliki pori.

Namun, talenan jenis ini lebih mudah tergores sehingga celah-celah kecilnya bisa menjadi tempat bakteri bersarang jika tidak dibersihkan dengan benar.

Ilustrasi membersihkan talenan plastik. Dok. The Kitchn Ilustrasi membersihkan talenan plastik.

a. Setelah Setiap Pemakaian

Meski aman untuk dishwasher, mencuci manual tetap lebih disarankan agar talenan tidak cepat melengkung.

  • Campurkan 1 sendok teh pemutih (bleach) dengan 1 liter air.
  • Gunakan spons lembut untuk menggosok talenan menggunakan larutan tersebut.
  • Bilas dengan air panas untuk memastikan tidak ada sisa bahan kimia.
  • Keringkan dalam posisi berdiri.

b. Menghilangkan noda pada talenan plastik

  • Gunakan pasta sederhana untuk mengangkat noda membandel:
  • Campurkan 1 sdt baking soda + 1 sdt garam + 1 sdt air.
  • Gosokkan ke bagian yang bernoda hingga bersih.

Baca juga: Cara Bersihkan Talenan Plastik dengan Bahan Dapur yang Mudah Didapat

c. Mengatasi goresan dan serpihan plastik

Jika mulai terlihat serpihan plastik kecil atau permukaan terasa kasar:

  • Gunakan steel scouring pad untuk mengamplas ringan permukaan talenan.
  • Ini membantu meratakan permukaan dan menghilangkan partikel plastik longgar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau