KOMPAS.com - Petis bumbon kembali menjadi incaran warga Kota Semarang setiap bulan Ramadan.
Hidangan legendaris khas wilayah ini hanya muncul saat momen Ramadan dan Dugderan dan sulit ditemui di luar periode tersebut, dilansir dari DetikJateng.
Melansir dari Kompas.com (25/02/2026) Di Pasar Kuliner Ramadan Aloon-aloon Kauman, Kecamatan Semarang Tengah, saus petis bumbon yang kaya rempah ramai diburu untuk menu berbuka puasa.
Baca juga: 5 Rekomendasi Nasi Pecel Enak di Semarang, Favorit Warga Lokal
Bumbu rempah seperti serai, daun salam, laos, dan petis ikan banyar memberikan cita rasa asin dan gurih yang khas pada telur bebek yang diolah menjadi petis bumbon.
Istiqomah (67), salah satu pedagang kuliner ini, mengatakan bahwa petis bumbon memang hanya dijual saat Ramadan atau Dugderan karena permintaannya banyak di periode tersebut.
“Petis bumbon itu khasnya memang adanya pas Dugderan (tradisi yang digelar sebelum masuk Ramadhan) sama puasa. Satu tahun sekali. Selain itu memang jarang dicari,” ujarnya.
Baca juga: Resep Ayam Gongso Khas Semarang, Pilihan Menu Makan Siang Pedas Gurih
Menurut dia, proses memasak petis bumbon memerlukan waktu cukup lama, dimulai sejak pagi agar bumbu meresap sempurna ke dalam telur bebek.
Setiap hari, ia bisa menghabiskan puluhan telur bebek untuk disajikan kepada pembeli yang datang menjelang berbuka.
Tak hanya menjadi favorit warga lokal, kuliner musiman ini juga menarik minat pengunjung dari luar kota.
Beberapa pembeli rela datang dari daerah lain demi menikmati petis bumbon dan jajanan khas semacamnya.
Baca juga: 5 Kuliner Wajib Coba di Pasar Johar, Tempat Bersejarah di Semarang
Petis bumbon merupakan makanan tradisional Semarang yang mirip sambal goreng, namun lebih beraroma rempah dengan tambahan petis ikan sebagai kunci cita rasanya.
Hidangan ini umumnya disajikan bersama lontong atau sebagai pelengkap menu buka puasa lainnya, menjadi bagian penting dari tradisi kuliner Ramadan di kota pesisir itu.
Baca juga: 10 Kuliner Ambarawa Semarang, dari Bebek Pedas hingga Kopi di Tengah Kebun
Selain petis bumbon, Pasar Kuliner Ramadan di kawasan tersebut juga menawarkan makanan khas lain seperti kue coro santan dan ketan biru yang turut melestarikan warisan kuliner lokal selama bulan suci.
Tradisi petis bumbon menjadi contoh bagaimana kuliner lokal tetap hidup dan dinanti oleh generasi sekarang, menggabungkan cita rasa klasik dengan kegembiraan momen Ramadan yang khas bagi masyarakat Semarang.
(Penulis: Titis Anis Fauziyah)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang