Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Sukses Burger Aldi Taher yang Viral, dari Gimik sampai Buka Franchise

Kompas.com, 18 Maret 2026, 13:32 WIB
Krisda Tiofani,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com -  Berawal dari gimik promosi yang tidak biasa, usaha burger milik selebritas Aldi Taher sukses mencuri perhatian publik dan viral di media sosial.

Aldi Taher tidak ragu menyebut deretan nama penyanyi sampai merek restoran lain, demi mempromosikan usaha miliknya bernama Aldi's Burger.

"Aldis burger cempaka putih daging nya juicy lucy mahalini rizky febian nina party hindia bisa pesen online ," demikian bunyi promosi usaha burger Aldi Taher di media sosial.

Kepada Kompas.com, staf operasional Aldi's Burger, Rizal Damahi, membagikan cerita awal mula Aldi Taher merintis usaha burgernya hingga mampu menjual ratusan porsi setiap hari.

Baca juga: Panduan Beli Burger Aldi Taher yang Viral, dari Menu sampai Tips Antre

Sudah buka sejak Januari 2026

Popularitas Aldi's Burger mulai melejit pada Maret 2026. Sebelum viral, usaha ini didirikan pertama kali sekitar dua bulan sebelumnya, yakni pada 23 Januari 2026.

Rizal mengatakan, Aldi Taher sempat menanyakan pendapatnya terkait usaha makanan yang cocok didirikan di ruko miliknya.

Dibandingkan dengan membuka restoran besar, rukan di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, milik Aldi Taher, dinilai lebih cocok dijadikan gerai makanan kecil dengan sistem take away.

"Harus makanan take away dan yang paling memungkinkan itu makanan pengganti nasi. Kalau di luar negeri kan burger," kata Rizal saat ditemui Kompas.com  di gerai Aldi's Burger, Rabu (11/3/2026).

Baca juga: Biar Enggak Antre Berjam-jam, Begini Cara Beli Burger Aldi Taher

Rizal mengaku sempat mempertimbangkan opsi makanan lain untuk dijual, seperti kebab, yang juga banyak diminati masyarakat Indonesia. Namun, ia merasa burger lebih sederhana dibuat, apalagi untuk dijadikan bisnis. 

"Walaupun kayaknya simpel, tapi kalau ramai, saya udah kebayang (mengurusnya). Padahal simpel, tapi (kalau ada yang kurang sedikit saja), pasti akan jadi komplain. Jadi sebisa mungkin kami bikin menu enggak aneh-aneh lah," kata dia

Jual 600 burger sehari

Tampilan burger jumbo Gallagher Aldi's Burger milik Aldi Taher, Rabu (11/3/2026).Kompas.com/Krisda Tiofani Tampilan burger jumbo Gallagher Aldi's Burger milik Aldi Taher, Rabu (11/3/2026).
Meski diakui sederhana, kata Rizal, Aldi Taher tetap menjalankan serangkaian proses riset dan pengembangan (RnD) untuk menu jualannya. Mulai dari memilih roti burger sampai isiannya, termasuk varian patty.

Aldi Taher berperan penting dalam menentukan menu yang akan dijualnya, kata Rizal, ia memiliki standar tersendiri soal tekstur roti burger yang dinilainya tidak boleh terlalu kering, sesuai dengan selera sang anak.

"Jadi memang (selera) anaknya itu jadi standar. Sesimpel itu," kata Rizal.

Untuk patty atau daging burger, Aldi Taher memilih patty daging sapi yang dibuat tanpa campuran tepung. Ke depan, ia juga berencana menjual burger dengan isian chicken patty.

Gerai Aldi's Burger milik Aldi Taher yang viral di media sosial, Rabu (11/3/2026). Kompas.com/Krisda Tiofani Gerai Aldi's Burger milik Aldi Taher yang viral di media sosial, Rabu (11/3/2026).
“Dagingnya enggak pakai campuran tepung makanya kalau dibakar tuh mengecil, menyusut. Kalau pakai tepung, justru ukurannya membesar, mengikat,” ujar Rizal.


Semua bahan untuk membuat burger, khususnya beef patty, disiapkan di dapur utama di Bekasi, Jawa Barat.

Sebelum akhirnya dibawa ke gerai utama untuk sentuhan akhir berupa pemanggangan roti dan patty, juga mengiris sayuran segar dan menata burger.

Menu Aldi's Burger

Isi burger jumbo Gallagher Aldi's Burger milik Aldi Taher, Rabu (11/3/2026).Kompas.com/Krisda Tiofani Isi burger jumbo Gallagher Aldi's Burger milik Aldi Taher, Rabu (11/3/2026).
Saat ini, Aldi's Burger menawarkan tiga macam burger dengan ukuran berbeda. Ada Brother (reguler), Big Brother (medium), dan Gallagher (jumbo).

Ketiganya menggunakan komposisi bahan yang sama, yakni roti, patty daging sapi, irisan sayur, mayones, dan saus sambal.

Perbedaan tiga burger ini terletak pada ukuran dan harga jualnya. Burger Brother dengan ukuran patty 60 gram dijual Rp 24.000. 

Sementara Big Brother menawarkan burger dengan ukuran roti dan patty daging sapi lebih besar yakni 100 gram, dijual dengan harga Rp 29.000.

Terakhir, ada varian Gallagher alias burger jumbo dengan ukuran patty 250 gram yang setara dengan porsi empat orang dan dijual dengan harga Rp 65.000.

Baca juga: Aldi Taher Kebanjiran Pesanan, Aldis Burger Ludes hingga 600 Burger Sehari

Promosi nyeleneh

Staf operasional Aldi's Burger, Rizal Damahi, saat ditemui Kompas.com, Rabu (11/3/2026).Kompas.com/Krisda Tiofani Staf operasional Aldi's Burger, Rizal Damahi, saat ditemui Kompas.com, Rabu (11/3/2026).
Menurut Rizal, Aldi Taher sudah gencar mempromosikan burger miliknya sejak usaha ini buka. Hasil promosi ini diakuinya baru "meledak" beberapa waktu belakangan. 

"Dari awal udah kencang, cuman kita ikhtiar aja. Mas Aldi ikhtiar, kita ikhtiar bareng-bareng, cuman ya baru works-nya sekarang aja," kata Rizal.

Promosi unik burger ini dimulai ketika salah satu nama varian burgernya diambil dari musisi idola Aldi Taher, yaitu Liam Gallagher dan Noel Gallagher. Nama "Gallagher" ini dipakai untuk varian burger jumbo yang dijualnya.

Aldi Taher mempromosikan menu Gallagher melalui poster buatan AI, lengkap dengan gambar Noel Gallagher dan Liam Gallagher yang memegang burger.

Promosi ini kian meledak saat putra Liam Gallagher, Lennon Gaalgher, menyukai unggahan Aldi Taher di Instagram sampai membuat heboh warganet.

Baca juga: Rela Antre Sejam Demi Makan Burger Aldi Taher yang Viral, Apa Spesialnya?

Tidak berheti di sana, Aldi Taher juga gencar mempromosikan usahanya dengan membawa nama Aldi's Burger di media sosial lain, seperti X (Twitter) dan Thread.

Di sini lah titik kesuksean usaha Aldi Taher dimulai, saat dirinya membawa sejumlah nama musisi dalam promosinya, termasuk Juicy Lucy, Mahalini, dan Rizky Febian

Rizky Febian yang namanya dicatut dalam promosi ini pun menanggapi aksi Aldi Taher dengan positif dan menagku bakal jatuh cinta.


Respons positif demikian juga didapat dari selebritas lainnya, termasuk Sal Priadi sampai food vlogger Nex Carlos.

Buka kemitraan

Antrean Aldi's Burger milik Aldi Taher, Rabu (11/3/2026).Kompas.com/Krisda Tiofani Antrean Aldi's Burger milik Aldi Taher, Rabu (11/3/2026).
Popularitas burger Aldi Taher terus melesat, hingga berhasil menarik minat pebisnis untuk bergabung sebagai mitra.

"Kami kan pakai pendanaan pribadi. Kita enggak main investasi gitu," kata Rizal.

Alih-alih investor besar, saat ini Aldi's Burger justru kebanjiran tawaran kemitraan di luar Jabodetabek.

"Mungkin bakal buka kemitraan kali ya karena ini kan belum lima tahun, tapi jauh-jauh. Mintanya di Cirebon, Indramayu. Kami penginnya di Jabodetabek karena takut kualitasnya turun. Kita mesti punya hub-hub di daerah, kumpulin modal dulu," ungkapnya.

Saat ini, Aldi's Burger baru menawarkan paket kemitraan burger dengan coffee shop dengan modal mulai dari Rp 85 jutaan.

Baca juga: Bibi Kelinci di Kemang: Kopitiam 24 Jam dengan Menu Peranakan yang Viral

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau