Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Opor Ayam Lebaran Sisa, Ini Cara Menyimpannya agar Tahan Lama

Kompas.com, Diperbarui 23/03/2026, 11:11 WIB
Anggara Wikan Prasetya

Penulis

KOMPAS.com - Opor ayam menjadi salah satu hidangan wajib saat Hari Raya Idul Fitri. Rasanya belum lengkap merayakan Idul Fitri tanpa menyantap opor bersama keluarga besar.

Ketika momen berkumpul tiba, biasanya masakan dibuat dalam porsi besar sehingga dapat dinikmati oleh banyak orang.

Namun, tak jarang opor ayam masih tersisa meski sudah disantap bersama. Padahal, hidangan berbahan dasar santan ini dikenal tidak tahan lama jika tidak ditangani dengan tepat.

Cara yang benar menyimpan opor ayam Lebaran

Agar opor ayam tetap aman dan lezat untuk dikonsumsi keesokan hari, berikut beberapa cara penyimpanan yang dapat dilakukan.

1. Simpan tanpa kulkas

Opor ayam ternyata bisa bertahan meski tanpa bantuan kulkas. Caranya:

  • Panaskan opor di dalam panci hingga mendidih.
  • Matikan kompor, kemudian buka tutup panci untuk mengeluarkan uap panas.
  • Setelah uap hilang, tutup kembali panci dan biarkan tetap berada di atas kompor.
  • Jangan mengaduk opor setelah dimasak agar tidak memicu pertumbuhan bakteri.
  • Metode ini dapat membuat opor bertahan lebih lama sebelum akhirnya dipanaskan kembali.

2. Simpan di kulkas atau freezer

Untuk penyimpanan lebih aman, opor ayam bisa dimasukkan ke kulkas. Langkah-langkahnya:

  • Setelah dipanaskan, dinginkan opor terlebih dahulu.
  • Pindahkan ke wadah tertutup rapat. Gunakan wadah plastik tipis agar cepat membeku bila disimpan di freezer.
  • Simpan di freezer untuk daya tahan lebih lama atau di rak kulkas biasa jika akan segera dikonsumsi.

Opor beku dapat bertahan hingga sekitar tiga hari.

3. Pisahkan ayam dan kuahnya

Memisahkan potongan ayam dari kuah opor dapat membuat hidangan ini lebih tahan lama.

Opor ayam makanan khas Lebaran.DOK.SHUTTERSTOCK/Hanifah Kurniati Opor ayam makanan khas Lebaran.

Pemisahan ini juga membantu keduanya matang merata saat proses pemanasan ulang. Simpan ayam dan kuah dalam wadah terpisah agar kualitasnya tetap terjaga.

4. Hindari menyentuh opor dengan tangan langsung

Tangan merupakan pembawa bakteri yang dapat mempercepat opor menjadi basi. Karena itu, hindari menyentuh makanan dengan tangan langsung.

Gunakan sendok bersih atau sarung tangan plastik saat memindahkan atau mengambil opor dari wadah.

5. Jangan langsung dipanaskan setelah keluar dari kulkas

Kesalahan umum yang sering terjadi adalah memanaskan opor langsung setelah keluar dari kulkas. Hal ini dapat merusak tekstur dan cita rasa santan. Lakukan langkah berikut:

  • Diamkan opor pada suhu ruang hingga tidak terlalu dingin.
  • Jika opor disimpan dalam keadaan beku, pindahkan terlebih dahulu ke rak bawah kulkas hingga mencair.
  • Setelah tidak beku, barulah biarkan berada pada suhu ruang sebelum dipanaskan.

Cara ini mencegah santan menjadi cepat rusak atau pecah.

6. Panaskan menggunakan api kecil

Saat memanaskan opor, gunakan api kecil dan aduk perlahan selama proses pemanasan. Api besar bisa membuat santan pecah dan merusak konsistensi kuah.

Perlu diperhatikan, meski opor ayam bisa disimpan di freezer hingga tiga hari, jangan menyimpan kuah santan lebih dari seminggu karena rasanya akan berubah dan kualitasnya menurun.

Baca juga: Resep Rendang Padang, Lauk Ketupat Lebaran Selain Opor Ayam

Dengan penyimpanan yang tepat, opor ayam Lebaran dapat tetap lezat dan aman dikonsumsi lebih lama. Anda pun bisa menikmati kembali hidangan khas hari raya ini tanpa khawatir cepat basi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau