Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rendang dan Soto, 2 Hidangan Lebaran Ini Ternyata Jadi Favorit di Belanda

Kompas.com, 23 Maret 2026, 19:31 WIB
Afif Khoirul Muttaqin,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

KOMPAS.COM - Siapa sangka, hidangan yang biasa kita santap di meja makan saat Lebaran ternyata punya penggemar di benua Eropa? 

Ya, Rendang dan Soto bukan cuma jadi primadona di Indonesia, tapi juga berhasil menjajah lidah masyarakat di Belanda.

Berdasarkan laporan dari kantor berita Antara Jatim, dua kuliner ikonik ini punya tempat spesial di hati warga Belanda, baik bagi para diaspora maupun penduduk lokal di sana.

Masakan Indonesia berupa rendang dan soto ternyata sangat disukai oleh masyarakat di Belanda, sebab dinilai kaya rempah dan rasanya yang enak, demikian dikatakan oleh Kepala Koki Pipiet Fardiman dari Amsterdam, Belanda.

"Rendang orang Belanda suka. Terlebih lagi sejak dinominasikan sebagai `best in the world`. Tapi orang Belanda suka rendang yang agak basah, santan. Kalau orang Indonesia agak kering," kata Pipiet dikutip dari Antara.

Baca juga: Punya Rendang Sisa Lebaran, Intip Cara Simpannya Supaya Awet Sebulan

Dirinya sudah cukup lama berkecimpung dalam dunia kuliner. Bahkan, setiap tahun dirinya juga mengumpulkan para koki dari berbagai negara untuk memasak. Sebagian hasilnya disumbangkan untuk mereka yang menderita kanker.

Dari berbagai pengalaman memasak itu barulah diketahui masakan Indonesia tetap menjadi primadona. Di Belanda, selain rendang, masyarakat di sana juga suka aneka macam soto, seperti soto betawi, madura. Selain itu, makanan lainnya yang juga banyak diminati adalah gado-gado, hingga sate padang.

Rendang dan Soto, kuliner yang Mendunia

Rendang, yang sering kita sebut sebagai "juara bertahan" makanan terlezat di dunia, memang tidak ada lawan. Di Belanda, Rendang bukan lagi makanan asing. 

Tekstur daging yang empuk dengan balutan bumbu karamelisasi santan yang gurih menjadikannya menu wajib di berbagai restoran Indonesia di sana.

Ilustrasi soto ayam beningDok. Sajian Sedap Ilustrasi soto ayam bening

Menurut Antara Jatim, popularitas Rendang di Belanda tidak lepas dari cita rasanya yang kompleks namun bisa diterima oleh lidah lokal.

"Rendang dan soto merupakan dua dari sekian banyak kuliner asal Indonesia yang sangat disukai oleh masyarakat di Belanda. Hal ini membuktikan bahwa bumbu rempah kita memiliki daya tarik universal,” tulis Antara Jatim.

Selain Rendang, Soto juga menjadi primadona. Di Belanda, variasi soto—terutama Soto Ayam—sangat digemari, terutama saat musim dingin melanda. 

Kuah kuning yang segar dengan aroma serai dan daun jeruk memberikan kehangatan yang pas untuk cuaca Eropa yang sering kali mendung.

Baca juga: Resep Rahasia Membuat Daging Rendang Lebih Empuk dan Bumbunya Lebih Meresap ke Daging

Uniknya, di Belanda juga dikenal istilah Saoto, yaitu variasi soto khas Suriname (yang dibawa oleh keturunan Jawa di sana). Hal ini semakin memperkaya khazanah soto di mata warga Belanda, lapor BBC.

Perpaduan antara nasi atau lontong dengan kuah soto yang kaya rasa menjadikannya comfort food yang tak tergantikan.

Rendang dan Soto adalah bukti nyata bahwa lidah tidak bisa berbohong. Meski terpisah jarak ribuan kilometer dari asalnya, kelezatan rempah Nusantara tetap mampu menaklukkan dunia. 

Jadi, kalau kamu sedang makan rendang atau soto hari ini, ingatlah bahwa ada orang-orang di Belanda yang juga sedang mengantre demi merasakan kenikmatan yang sama.

Baca juga: Supaya Tak Mubazir, Begini Cara Ubah Rendang Sisa Lebaran Menjadi 3 Hidangan Sederhana Ini

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Foodplace (@my.foodplace)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau