Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Resep Ketupat Pulen dan Harum untuk Lebaran Ketupat, Ini Rahasia Anti Gagal

Kompas.com, 27 Maret 2026, 14:00 WIB
Ella Triana

Penulis

KOMPAS.com - Lebaran Ketupat menjadi tradisi spesial yang identik dengan sajian ketupat sebagai pelengkap hidangan keluarga.

Agar hasilnya pulen, harum, dan tidak mudah gagal, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sejak proses pemilihan bahan hingga teknik memasaknya.

Dengan cara yang tepat, ketupat tidak hanya enak disantap, tetapi juga memiliki tekstur yang pas dan lebih tahan lama. 

Dilansir dari Sajian Sedap, ini cara membuat ketupat lebaran yang pulen serta tips agar ketupat tidak cepat basi.

Baca juga: Lebaran Ketupat 2026 Kapan? Ini Jadwal dan Maknanya 

Resep ketupat

Bahan membuat ketupat

  • 500 gram beras putih pulen yang berkualitas
  • 10–12 buah kulit ketupat dari janur
  • 1 sdt garam
  • air secukupnya untuk merebus

Baca juga: Guru Besar UIN Madura: Tradisi Lebaran Ketupat Simbol Kebersamaan dan Rasa Syukur

Cara membuat ketupat

  1. Cuci daun kelapa atau janur hingga bersih. Pastikan janur masih segar dan lentur agar mudah dianyam.
  2. Ambil dua lembar janur lalu anyam hingga membentuk kantong ketupat. Pastikan anyaman rapat agar beras tidak keluar saat dimasak.
  3. Cuci beras hingga bersih lalu rendam sekitar 30 menit agar teksturnya lebih pulen saat dimasak.
  4. Masukkan beras ke dalam anyaman ketupat hingga sekitar setengah bagian saja. Jangan terlalu penuh karena beras akan mengembang saat direbus.
  5. Masukkan ketupat ke dalam panci besar berisi air hingga seluruh ketupat terendam.
  6. Rebus dengan api besar sekitar 30 menit, lalu lanjutkan memasak dengan api sedang selama 2–3 jam hingga matang.
  7. Angkat ketupat yang sudah matang lalu tiriskan. Gantung atau letakkan di tempat yang sejuk hingga dingin sebelum disajikan. 

Baca juga: Apa Itu Lebaran Ketupat? Ini Sejarah, Tradisi, dan Filosofinya di Bulan Syawal

Tips agar ketupat pulen dan tidak cepat basi

Selanjutnya, untuk membuat agar ketupat tetap pulen dan tidak mudah basi adalah dengan memastikan teknik memasak berikut yang benar, antara lain:

Pilih janur yang masih muda. Hal ini akan memudahkan kamu dapat menganyam bentuk janur menjadi ketupat. Teksturnya yang lentur juga bisa menjaga agar nasi yang sudah matang dan mengembang sempurna.

Jangan mengisi ketupat hingga penuh. Hal ini penting dipertimbangkan agar nasi yang sudah matang tidak terlalu memenuhi bagian ketupat. Beras yang nantinya akan mengembang cukup dipenuhi sekitar setengah atau sepertiga saja.

Pastikan ketupat selalu direndam air air saat direbus agar matang merata. Jangan sampai kamu hanya merendam sebagian sebab hal ini itu akan menyebabkan beras tidak matang secara keseluruhan.

Gantung ketupat setelah matang. Tiriskan dan gantung ketupat setelah selesai dimasak. Hal ini bisa membuat ketupat tidak mudah basi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau