Penulis
KOMPAS.com - Citra satelit telah mengungkapkan serangkaian aktivitas reklamasi lahan baru di terumbu karang yang disengketakan, Kepulauan Paracel di Laut China Selatan.
Hal ini menunjukkan bahwa China sedang memperluas pos terdepannya di sana.
Dikutip dari Newsweek, dalam citra satelit Sentinel-2 Badan Antariksa Eropa, pengerukan pasir baru dimulai beberapa saat setelah 15 Oktober di Antelope Reef.
Antelope Reef adalah formasi karang bawah laut di Paracel Barat, terletak sekitar 250 mil sebelah timur kota Hue di Vietnam.
Formasi karang itu juga berlokasi 175 mil sebelah tenggara pangkalan angkatan laut Sanya di provinsi Hainan, China.
Baca juga: China Pamerkan Fregat Baru, Diklaim Punya Kinerja Siluman Unggul dan Lebih Mematikan
Pengerukan tampak terkonsentrasi di empat lokasi di sisi timur dan selatan laguna Antelope.
Lahan tambahan sepertinya direklamasi pada kedua sisi pos terdepan saat ini dan fasilitas pelabuhan yang berdekatan.
Langkah ini menyusul penambahan terbaru pada pulau-pulau buatan China, termasuk pada awal 2020.
Ini termasuk susunan unit yang menyerupai sistem peperangan elektronik bergerak di tiga pulau militer China di Kepulauan Spratly.
Analisis satelit bulan Desember oleh Asia Maritime Transparency Initiative (AMTI), sebuah proyek dari Center for Strategic and International Studies (CSIS), menemukan bahwa peningkatan tersebut mencerminkan investasi strategis berkelanjutan di kawasan tersebut.
Masih belum jelas apakah Vietnam akan mengeluarkan tanggapan resmi terhadap pekerjaan pengerukan terbaru ini.
Baca juga: Taiwan Tuding Drone Pengintai China Masuk Wilayahnya, Sempat Terbang 8 Menit
Sengketa atas Kepulauan Paracel, bersamaan dengan pengumuman sepihak China tentang garis dasar teritorial baru di Teluk Tonkin, telah memicu kecaman keras dari Hanoi di masa lalu.
Meskipun demikian, Vietnam telah mengatur strategi protes ini untuk menjaga hubungan diplomatik yang stabil dengan negara tetangganya yang kuat dan mitra dagang utamanya.
Diketahui, China mengeklaim kedaulatan atas 80 persen Laut China Selatan, sebuah perairan strategis yang berfungsi sebagai jalur sepertiga perdagangan maritim global.
Ini termasuk Kepulauan Paracel yang juga diakui oleh Taiwan dan Vietnam.
Sejak 2013, China telah melakukan reklamasi lahan dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya, membangun 20 pos terdepan di Kepulauan Paracel dan tujuh di Kepulauan Spratly di selatan.
Hal ini berkontribusi pada ketegangan regional dan menyebabkan kerusakan signifikan pada ekosistem laut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang