Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Negara Asia Hemat Energi Imbas Perang Iran: Sekolah Libur, PNS WFH, Menteri Potong Gaji

Kompas.com, 11 Maret 2026, 16:49 WIB
Inas Rifqia Lainufar

Penulis

Penulis: Alfi Anadri/DW Indonesia

TEHERAN, KOMPAS.com - Perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran terus mengguncang pasokan energi global dan dampaknya mulai terasa di sejumlah negara Asia.

Pakistan, Thailand, Bangladesh, dan Vietnam serentak mengumumkan langkah-langkah darurat untuk menekan konsumsi bahan bakar dan listrik di tengah lonjakan harga yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Baca juga: Putra Presiden Iran Bantah Isu Mojtaba Khamenei Terluka Parah akibat Serangan AS-Israel

Pakistan: Sekolah tutup, menteri potong gaji

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan serangkaian kebijakan penghematan pada Senin (9/3/2026) lalu. 

Mulai pekan depan, seluruh sekolah di Pakistan akan tutup selama dua minggu, berdampak pada sekitar 40 juta siswa. 

Perguruan tinggi dan universitas beralih ke kuliah daring selama periode yang sama.

Kantor pemerintah, kecuali perbankan, hanya akan beroperasi empat hari dalam sepekan, dengan separuh pegawai negeri bekerja dari rumah. 

Jatah bahan bakar untuk kendaraan dinas dipangkas setengahnya selama dua bulan, dengan pengecualian hanya berlaku untuk ambulans dan bus umum. Pembelian kendaraan dinas baru juga ditangguhkan hingga Juni 2026.

Di tingkat pejabat, para menteri kabinet dan penasihat pemerintah sepakat melepas gaji dan tunjangan mereka. 

Anggota legislatif federal mau pun daerah diharapkan memotong gaji secara sukarela sebesar 25 persen. 

Pemerintah juga melarang penyelenggaraan pesta makan malam buka puasa selama Ramadhan.

Pakistan telah menaikkan harga bensin dan solar sebesar 55 rupee (sekitar Rp 3.316) per liter, kenaikan terbesar dalam sejarah negara itu. Karena hampir seluruh kebutuhan energinya bergantung pada impor, inflasi di Pakistan sangat rentan terhadap fluktuasi harga bahan bakar global.

"Untuk menstabilkan ekonomi, kami telah mengambil keputusan-keputusan sulit," kata Sharif dalam pidatonya yang disiarkan televisi.

Thailand terapkan WFH hingga pakai tangga

Ilustrasi Thailand. Thailand akan meminta pelancong asing wajib menunjukkan bukti telah divaksinasi Covid-19 penuh sebelum terbang ke Thailand.WIKIMEDIA COMMONS/CEPHOTO, UWE ARANAS Ilustrasi Thailand. Thailand akan meminta pelancong asing wajib menunjukkan bukti telah divaksinasi Covid-19 penuh sebelum terbang ke Thailand.

Di Thailand, Perdana Menteri Anutin Charnvirakul memerintahkan para pegawai negeri untuk bekerja dari rumah mulai Selasa (10/3/2026), kecuali bagi mereka yang harus melayani masyarakat secara langsung.

Halaman:

Terkini Lainnya
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Internasional
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Internasional
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Internasional
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal 'Nyangkut' di Ruang Mesin
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal "Nyangkut" di Ruang Mesin
Internasional
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Internasional
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Internasional
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
Internasional
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Internasional
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Internasional
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Internasional
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Internasional
Dihantam Krisis, PM Malaysia Ajak Rakyat Fokus Hadapi Tekanan Ekonomi
Dihantam Krisis, PM Malaysia Ajak Rakyat Fokus Hadapi Tekanan Ekonomi
Global
Geopolitik Global Kini: Menutup Luka Perang, Membuka Jalan Damai
Geopolitik Global Kini: Menutup Luka Perang, Membuka Jalan Damai
Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Negara Asia Hemat Energi Imbas Perang Iran: Sekolah Libur, PNS WFH, Menteri Potong Gaji
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat