Dua pelajar Indonesia merancang “Babel Rover”, sebuah robot eksplorasi luar angkasa yang mendapatkan penghargaan di Korea Selatan.
Parapuan.co - Dunia pendidikan Indonesia kembali mencatatkan tinta emas di kancah internasional.
Kali ini, prestasi membanggakan datang dari dua siswa SMP Mutiara Harapan Islamic School (MHIS) Bangka yang berhasil meraih Grand Award dalam ajang 19th International Mathematical Science & Creativity Competition (IMSCC) 2025 yang digelar di Suwon, Korea Selatan.
Kedua siswa tersebut, Dipa Ahnaf Aridanty dan Sakha Rasyid Widyapradipta, sukses mengungguli peserta dari berbagai negara pada kategori Mechatronics II.
Inovasi mereka yang bertajuk “Babel Rover”, sebuah robot eksplorasi luar angkasa yang dirancang untuk misi di Bulan dan Mars, berhasil memukau dewan juri dan membawa pulang penghargaan tertinggi.
Kemenangan ini bukan diraih dalam semalam. Sakha mengungkapkan bahwa dedikasi dan dukungan dari lingkungan sekolah serta keluarga menjadi kunci utama keberhasilan mereka di Negeri Ginseng tersebut.
“Pencapaian yang kami dapatkan merupakan hasil kerja keras yang panjang. Selama 2 bulan kami mempersiapkannya, baik itu konsep, script, mekanik, dan lain-lain. Syukur alhamdulillah pihak MIHS sangat mendukung segala persiapan kami sehingga kami bisa memperoleh medali emas,” ujar Sakha.
Ia juga berujar bahwa dukungan orang tua juga sangat berpengaruh terhadap kesuksesan kami. Namun yang terpenting adalah jangan mudah menyerah dan patah semangat.
Keberhasilan Dipa dan Sakha menjadi bukti nyata efektivitas kurikulum yang diterapkan oleh MHIS Bangka.
Sekolah yang berlokasi di Jl. Kartini Utama Raya No. 25, Pangkal Pinang ini mengombinasikan kurikulum internasional Pearson Edexcel dengan pendekatan Fitrah Based Education (FBE) serta nilai-nilai keislaman.
Baca Juga: Perkuat Leadersip, Ini Rekomendasi Sekolah Bisnis untuk Perempuan dengan Kurikulum Praktis
Syarifuddin, Vice Principal MHIS Bangka, menjelaskan bahwa prestasi ini adalah buah dari metode pendidikan yang memuliakan potensi unik setiap anak.
“Keberhasilan siswa MHIS Bangka di Korea Selatan tidak hanya mencerminkan kemampuan akademis mereka, tetapi juga menunjukkan efektivitas pendekatan Fitrah Based Education (FBE) dalam mendorong pertumbuhan bakat para siswa. FBE memandang bahwa setiap anak membawa fitrah sebagai anugerah bawaan dari Allah sebagai potensi yang akan tumbuh menjadi prestasi unggul ketika dikenali, dijaga, dan diarahkan dengan benar," jelas Syarifuddin.
Ia menambahkan bahwa MHIS menyediakan ruang eksplorasi, bimbingan yang memuliakan fitrah, serta lingkungan pembelajaran yang kondusif, potensi tersebut berkembang dengan sendirinya menjadi karya yang bermakna.
Prestasi internasional ini menjadi bukti nyata bahwa ketika fitrah anak-anak dirawat sesuai jalurnya, mereka mampu tampil percaya diri dan berdaya saing di tingkat global.
Prestasi MHIS Bangka ini sejalan dengan data Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) yang mencatat lonjakan jumlah peserta didik berprestasi di Indonesia.
Pada tahun 2024, tercatat sebanyak 114.781 siswa dari berbagai jenjang pendidikan (SD hingga Perguruan Tinggi) berhasil menorehkan prestasi di bidang riset, inovasi, seni, budaya, hingga olahraga.
Dengan integrasi teknologi digital dalam proses belajar mengajar, MHIS Bangka terus berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara karakter dan nilai agama, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi global.
(*)
Baca Juga: Mempersiapkan Tabungan Pendidikan Anak yang Aman dan Tahan Inflasi