Ilustrasi MPASI
Parapuan.co - Masa pemberian Makanan Pendamping ASI atau MPASI kerap menjadi fase yang penuh pertimbangan bagi orangtua.
Setiap bahan makanan yang diberikan kepada bayi biasanya dipilih dengan cermat, termasuk soal bumbu dan penyedap rasa. Salah satunya, penggunaan MSG atau monosodium glutamate.
Di satu sisi, orang tua ingin makanan terasa lebih enak agar anak mau makan. Namun di sisi lain, masih banyak kekhawatiran terkait keamanan MSG untuk bayi.
Lalu, sebenarnya bolehkah MSG digunakan dalam MPASI?
Glutamat sudah dikenal sejak awal kehidupan
Rasa gurih bukanlah hal yang asing bagi bayi. Glutamat, senyawa yang memberi rasa gurih alami, sudah terdapat secara alami dalam ASI yang dikonsumsi bayi sejak lahir.
Artinya, tubuh bayi telah memiliki kemampuan untuk mengolah glutamat secara alami, sama seperti orang dewasa.
MSG sendiri merupakan garam natrium dari asam glutamat yang juga ditemukan secara alami pada berbagai bahan pangan.
Badan pengawas pangan di berbagai negara, seperti Food and Drug Administration di Amerika Serikat serta BPOM di Indonesia, mengklasifikasikan MSG sebagai bahan tambahan pangan yang aman dikonsumsi selama digunakan sesuai batas wajar.
Baca Juga: Tidak Hanya Bubur, Kreasikan MPASI dengan Makanan Khas Jawa Tengah Ini
Dengan dasar tersebut, penggunaan MSG dalam MPASI pada prinsipnya tidak dilarang.
Peran MSG dalam mendukung pola makan anak
Selain aspek keamanan, MSG juga dinilai memiliki fungsi tertentu dalam membantu pola makan anak, terutama pada fase awal MPASI.
Pertama, MSG dapat membantu meningkatkan selera makan. Pada beberapa anak yang cenderung menolak makanan tertentu, terutama sayur atau sumber protein, rasa gurih dapat membuat makanan terasa lebih menarik.
Kedua, MSG dapat menjadi alternatif untuk mengurangi penggunaan garam. Kandungan natrium dalam MSG lebih rendah dibandingkan garam dapur.
Baca Juga: Ibu Wajib Waspada Red Flag Kemampuan Bahasa Anak Batita, Apa Saja?
Dengan demikian, penggunaan MSG secukupnya dapat membantu menghadirkan rasa tanpa, harus menambahkan terlalu banyak garam.
Tetap perlu batasan
Meski dinilai aman, penggunaan MSG dalam MPASI tetap perlu memperhatikan prinsip keseimbangan.
MSG sebaiknya digunakan dalam jumlah kecil sebagai penambah rasa, bukan sebagai komponen utama.
Namun, orangtua juga tidak perlu terlalu memaksakan makanan agar terasa hambar.
Makanan yang sama sekali tidak memiliki rasa berisiko membuat anak kurang tertarik untuk makan, yang pada akhirnya dapat memengaruhi asupan nutrisi harian.
Jadi, bolehkah msg dalam MPASI?
MSG dalam MPASI pada dasarnya boleh digunakan, selama dalam jumlah wajar dan tidak berlebihan.
MSG dapat membantu meningkatkan selera makan anak sekaligus mendukung pola makan rendah garam jika digunakan secara bijak.
Namun, orangtua tetap disarankan menyesuaikan penggunaan MSG sesuai dengan kondisi anak, serta berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi bila diperlukan.
Untuk mengetahui informasi lain terkait MSG pada MPASI, orangtua juga dapat membaca artikel Bahaya MSG? (Fakta Ilmiah vs Mitos).