Penulis
BANTUL, KOMPAS.com - Jalur Pantai Selatan (Pansela) Jawa seakan tak pernah berhenti membuat takjub. Seperti halnya Jalur Pansela di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Tak hanya permukaan jalan yang mulus dengan pemandangan alam asri dan indah, Jalur Pansela di DIY juga memiliki landmark yang menyita perhatian kala melintasinya.
Landmark yang dimaksud ialah Jembatan Kretek 2 di Kabupaten Bantul. Diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2 Juni 2023.
Tim Merapah Trans-Jawa 2024 pun berkesempatan menyaksikan pesona Jembatan Kretek 2 ketika melakukan perjalanan menuju Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Sabtu (30/03/2024).
Berdasarkan pantauan Kompas.com, Jembatan Kretek 2 memiliki empat jalur. Dua jalur utama serta dua jalur khusus untuk pejalan kaki.
Masing-masing jalur dipisahkan tiga pembatas jalan yang ditanami tumbuhan. Selain itu, terdapat pula ornamen burung kuntul pada railing jembatan.
Tak cukup di situ, bentuk tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) Jembatan Kretek 2 berupa tanaman padi berwarna hijau.
Baca juga: Proyek Jembatan Pandansimo, Calon Penghubung Jalur Pansela Bantul-Kulonprogo
Namun yang paling menarik, di tengah jembatan terdapat tugu menjulang tinggi berbentuk seperti alat bajak sawah. Tugu berwarna merah dan kuning keemasan itu juga dihiasi guratan-guratan garis kuning keemasan.
Jembatan Kretek 2 di Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.Adapun tugu berwarnah merah dan kuning keemasan di tengah jembatan merupakan wujud dari filosofi "Laku Urip Kang Utama” atau disingkat Luku, yang artinya “Selama Hidup Kita Melakukan Perbuatan Baik”. Hal itu menunjukkan budaya agraris masyarakat Yogyakarta.
Luku yang dipadukan dengan bentuk Pikulan memiliki makna kerja keras dan saling bekerja sama sebagai bagian dalam semangat pembangunan Yogyakarta.
Selain itu, Luku di Jembatan Kretek 2 juga mengambil filosofi Pamor Keris Toya Mambeg Sepuh atau Pamor Toya Ngembeng tentang genangan air sebagai sumber kehidupan yang bermakna rezeki yang terkumpul dan tidak mudah bocor atau habis.
Ornamen garis-garis Luku melambangkan aliran air yang mengalir, di mana posisi Jembatan Kretek 2 sebagai jalan yang melewati sungai tercermin dalam ornamen ini.
Jika dilihat dalam jenis pamor keris, ornamen seperti itu termasuk pamor toya mambeng, yang mana fIlosofi nya adalah harapan untuk rezeki yang lancar dan tidak mudah mengalir keluar.
Sementara untuk ornamen burung kuntul pada railing jembatan, terinspirasi dari burung kuntul yang berjasa membantu petani dalam membasmi hama di sawah.