Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Intip Indahnya Kolaborasi Karya Ketukangan dan Arsitektur di Bintaro

Kompas.com, 1 November 2024, 13:24 WIB
Masya Famely Ruhulessin,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Arsitek di era modern kini menghadapi tekanan sustainability atau keberlanjutan. Gedung-gedung pemerintah mensyaratkan 17 sasaran dalam Sustainable Development Goals (SDGs).

Dunia Usaha dan sektor keuangan dituntut melakukan transformasi berbasiskan Environment, Social dan Governance (ESG).

Mulai dari penggunaan gedung hemat energi, bahan-bahan daur ulang, penanganan air, keindahan natural dan sebagainya.

Menjawab tuntutan keberlanjutan tersebut, tiga arsitek Indonesia, Andra Matin, Budi Pradono dan Dani Wicaksono menunjukan karyanya.

Baca juga: Origami House, Karya Arsitek Indonesia Berjaya di Eropa

Tidak sendiri, mereka dibantu anak muda milenial yang punya keterampilan tangan seni dan ketukangan, Fin Yourdan Kasali, putra Guru Besar UI Rhenald Kasali.

Fin sudah lama mendirikan workshop ketukangan seninya: Rootslab. Bengkel seninya sudah didatangi utusan-utusan khusus dari Belgia, Spanyol, Singapura dan para duta besar Uni Eropa yang memuja karya-karya sustainability yang indah.

Ia sedari awal menyukai barang-barang rongsok yang diolah kembali. Ia juga ahli merangkai bahan-bahan cat dan kimia terbarukan.

Karyanya menggabungkan unsur kayu, batu, besi dengan lampu, musik, kedap suara alami, dan pewarna alam.

Berkat kreativitasnya, Fin sering memenangkan kejuaraan-kejuaraan dan paviliun buatannya berhasil mengantarkan arsitek-arsitek ternama mendapat penghargaan.

Produk kolaborasi antara tiga arsitek ternama dengan Fin Kasali bisa dilihat dalam pameran kolosal mereka di Bintaro Design District (BDD) tepatnya di Kawasan hutan Sampireun–Bintaro mulai 30 Oktober hingga 9 November 2024.

Baca juga: Segudang Masalah Besar Membelit Arsitek Indonesia

Dua masterpiece karya Fin dengan kolaborasi para arsitek dan creative actor lainnya bisa disaksikan di sini.

Didalamnya terdapat creative campaign, alat musik skala besar, soundwave, paviliun sustainable dan kreatif desain.

Mereka menggabungkan bahan-bahan reuse dari proyek-proyek yang terbengkalai, kayu bekas steger dan bahan lain menjadi desain yang keren dan memukau. Cara mereka memadukannya melahirkan genre baru.

Karya mereka diminati para pengembang, pemilik mall, bahkan para pemuja bangunan indah keberlanjutan.

Kedua karya Fin yang memenangkan beragam penghargaan itu pantas untuk disaksikan dan bisa menjadi inspirasi, bisa disaksikan dalam pameran ini.

Di antaranya KINEMATIC PAVILION 2.0, pavilion yang di re-use dari pameran ARCH:ID 2024, dan meraih best booth awards archid dan menang good design awards.

Bersama kelvin thengono, grey audio lab, digital nativ, ocra dan riyan berlian, mereka membuat paviliun UNSUNG HEROES

Melalui kolaborasi enam tokoh di bidang yang berbeda melahirkan pavilion yang bisa menampilkan alat music skala besar.

Uniknya para pengunjung dapat berinteraksi dengan pavilion dan menciptakan alunan musik dengan metode gotong royong.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau